KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan masih menjalani pemulihan akibat luka berat yang dideritanya dalam serangan udara di awal konflik.
Informasi ini disampaikan sejumlah sumber yang disebut dekat dengan lingkar dalam kekuasaan di Teheran.
Serangan tersebut tidak hanya melukai Mojtaba, tetapi juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun. Selain itu, beberapa anggota keluarganya turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Donald Trump Terancam Dimakzulkan? Dukungan Pemakzulan Tembus 52 Persen
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, Mojtaba mengalami luka cukup serius pada bagian wajah hingga menyebabkan perubahan fisik, serta cedera pada kaki yang memengaruhi mobilitasnya.
Meski begitu, ia dikabarkan masih mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara terbatas, termasuk mengikuti rapat penting melalui sambungan audio.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait kondisi kesehatan Mojtaba. Pihak misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa juga belum memberikan tanggapan atas berbagai spekulasi yang beredar.
Baca Juga: Donald Trump Desak Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon, Upaya Jaga Gencatan Senjata Iran
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar, terutama karena Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya pada awal Maret lalu.
Ketiadaan dokumentasi visual maupun audio memperkuat spekulasi mengenai kondisi sebenarnya.
Editor : Uways Alqadrie