Lika-Liku Politik Basri Rase: Dari Hanura, PKB, Perindo, Kini Mantap Berlabuh di Demokrat

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 20:15 WIB
NAHKODA BARU: Mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase (tengah), secara simbolis menerima kartu tanda anggota sebagai tanda resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Basri yang kini didapuk menjadi pembina partai, menyatakan kesiapannya untuk memenangkan kembali kader-kader potensial yang terbukti peduli pada pembangunan daerah. (ADIEL KUNDHARA/KP)
NAHKODA BARU: Mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase (tengah), secara simbolis menerima kartu tanda anggota sebagai tanda resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Basri yang kini didapuk menjadi pembina partai, menyatakan kesiapannya untuk memenangkan kembali kader-kader potensial yang terbukti peduli pada pembangunan daerah. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID-Dinamika politik di Kalimantan Timur kembali menarik perhatian. Mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase, secara terbuka menyatakan bergabung dengan Partai Demokrat. Keputusan ini disebut bukan tanpa alasan, melainkan dilandasi kesamaan visi, misi, serta pengalaman personal selama berinteraksi dengan kader partai tersebut.

Basri mengungkapkan, sosok Irwan Fecho menjadi salah satu faktor yang menguatkan langkahnya bergabung dengan partai berlambang mercy tersebut. Ia menilai, kinerja Irwan saat menjabat sebagai anggota DPR RI menunjukkan dedikasi tinggi dalam memperjuangkan kepentingan daerah, khususnya Kalimantan Timur.

“Saya melihat langsung bagaimana beliau bekerja. Banyak program dan anggaran dari pusat yang berhasil dibawa ke daerah. Itu yang membuat saya yakin,” kata Basri. Menurutnya, Demokrat memiliki kultur politik yang lebih terbuka dan demokratis dibandingkan partai lain yang pernah ia kenal. Ia menekankan pentingnya ruang bagi kader di daerah untuk berkembang tanpa intervensi berlebihan dari pusat.

Baca Juga: Soroti Kegaduhan Politik di Kaltim, Begini Kata Bendahara Umum Demokrat: Harusnya...

“Saya ingin partai memberikan kepercayaan kepada daerah. Karena yang memahami kebutuhan masyarakat itu adalah kita di daerah,” ucapnya. Basri juga menyinggung rekam jejaknya selama memimpin Bontang. Ia mengklaim berbagai capaian berhasil diraih, mulai dari tata kelola keuangan dengan opini WTP, hingga pengembangan UMKM yang signifikan. Bahkan, Bontang sempat dikenal sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara.

Namun demikian, ia menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan dukungan politik. Hal inilah yang menurutnya menjadi pelajaran penting dalam perjalanan karier politiknya. Lebih lanjut, Basri menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Demokrat bukan semata ambisi pribadi. Ia justru ingin berkontribusi dalam memenangkan kembali kader yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas untuk mewakili daerah di tingkat nasional.

“Saya ingin membantu agar tokoh yang memang sudah terbukti bisa kembali terpilih. Ini soal perjuangan bersama,” tutur dia. Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik. Menurutnya, penting memilih partai yang benar-benar menghargai kader, termasuk mereka yang berasal dari kalangan biasa. “Saya ini wong cilik, bukan siapa-siapa. Tapi justru di politik kita harus punya tempat yang menghargai itu. Kalau tidak, untuk apa kita berjuang?” terangnya.

Baca Juga: Picu Gaduh, DPRD Kaltim Siap Panggil Pemprov Terkait Pengalihan Iuran BPJS ke Kabupaten/Kota

Diketahui Basri Rase pada awalnya duduk sebagai anggota DPRD Bontang melalui Partai Hanura. Kemudian adanya dualisme kepengurusan di partai tersebut, membuat ia keluar dan bergabung dengan PKB.  Di PKB, ia pun sukses mengantarkan partai untuk mendapatkan kursi pimpinan DPRD Bontang. Sayangnya ia memilih keluar jelang Pilkada 2024. Basri menempuh jalur independen, tetapi hasilnya ia tumbang dalam pesta demokrasi tersebut. 

Sebelum masa pemerintahannya sebagai Wali Kota Bontang 2021-2024 habis, Basri dilirik untuk bergabung ke Perindo. Bahkan ia menjabat sebagai Plt Ketua DPW Perindo Kaltim pada Februari 2025. Setahun lebih bergabung, Basri justru cabut dan bergabung ke Partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Sumber : Kaltim Post
Partai Demokrat Kaltim partai demokrat Basri Rase