KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah Iran merilis rekaman video yang memperlihatkan konfrontasi langsung dengan kapal perang Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz.
Dalam video tersebut, pasukan Angkatan Laut dari Korps Garda Revolus Islam (IRGC) terdengar memberikan peringatan keras kepada kapal perang AS agar segera mengubah haluan dan menjauh dari wilayah tersebut.
Baca Juga: Dukungan Impeachment Trump Tembus 52 Persen: Ini Sejarah 2 Pemakzulan yang Gagal
Peringatan itu bahkan disebut sebagai “peringatan terakhir” dengan ancaman akan dijadikan target jika tidak dipatuhi.
Rekaman yang disiarkan media pemerintah Iran menunjukkan komunikasi radio antara kedua pihak. Personel Iran meminta kapal perang AS untuk kembali ke arah Samudra Hindia.
Namun, kru kapal AS merespons bahwa mereka hanya melakukan pelayaran sesuai hukum internasional dan tidak memiliki niat provokatif.
Situasi semakin tegang ketika pihak Iran kembali mengulang peringatan dengan nada lebih keras.
Baca Juga: Elektabilitas Anjlok ke 39 Persen, Trump Dikepung Desakan Pemakzulan
Mereka juga memperingatkan seluruh kapal di sekitar Laut Oman untuk menjaga jarak aman, dengan ancaman tindakan militer tanpa peringatan jika situasi dianggap mengancam.
Di sisi lain, Amerika Serikat sebelumnya menyatakan dua kapal perusak mereka melintasi Selat Hormuz dalam misi tertentu, termasuk upaya pengamanan jalur pelayaran. Namun klaim tersebut dibantah oleh Teheran.
Editor : Uways Alqadrie