Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Singapura Jadi Investor Asing Terbesar di Kaltim, Balikpapan Raih Realisasi Tertinggi Rp 27,25 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 13 April 2026 | 17:07 WIB
SEKTOR UNGGULAN: Pertambangan masih menjadi magnet utama yang mendominasi investasi di Kaltim.
SEKTOR UNGGULAN: Pertambangan masih menjadi magnet utama yang mendominasi investasi di Kaltim.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Arus investasi yang masuk ke Bumi Etam sepanjang 2025 tak hanya mencatatkan angka fantastis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Selain didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN), investasi tersebut juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan persebaran pembangunan antarwilayah.

Dari total realisasi investasi Rp87,78 triliun, porsi terbesar berasal dari PMDN yang mencapai Rp70,92 triliun. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp16,86 triliun. Dominasi PMDN menunjukkan kuatnya kepercayaan investor domestik terhadap prospek ekonomi Kaltim. Namun demikian, kontribusi PMA tetap menjadi salah satu penggerak penting, terutama dalam mendukung sektor-sektor strategis.

Dampak investasi tersebut terlihat dari sisi ketenagakerjaan. Sepanjang 2025, investasi di Kaltim mampu menyerap 92.133 tenaga kerja. "Rinciannya, sebanyak 68.774 orang terserap dari proyek PMDN dan 23.359 orang dari proyek PMA," sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Terpadu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana. 

Baca Juga: Investasi Kaltim 2025 Tembus 109 Persen, Realisasi Rp 87,78 Triliun Lampaui Target Nasional

Tak hanya itu, sebaran investasi juga menunjukkan distribusi yang cukup merata di berbagai kabupaten/kota. "Balikpapan menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi, mencapai Rp27,25 triliun," ungkap Fahmi.  Posisi berikutnya ditempati Kutai Timur Rp20,00 triliun, disusul Kutai Kartanegara Rp12,82 triliun dan Berau Rp8,76 triliun. Kutai Barat mencatat Rp6,60 triliun, sementara Samarinda Rp4,59 triliun dan Bontang Rp3,08 triliun. Adapun Paser mencatat Rp2,52 triliun, Penajam Paser Utara Rp1,66 triliun, serta Mahakam Ulu Rp0,50 triliun.

"Dari sisi asal investasi asing, kontribusi terbesar datang dari Singapura dengan nilai Rp4,99 triliun. Disusul Mauritius Rp3,44 triliun dan Malaysia Rp1,85 triliun," jelasnya. Negara lainnya yang turut berkontribusi adalah Tiongkok Rp1,64 triliun, Inggris Rp1,16 triliun, serta Korea Selatan Rp0,87 triliun.

Selain itu, investasi juga datang dari India dan Prancis yang masing-masing Rp0,71 triliun. Kemudian Kepulauan Virgin Inggris Rp0,63 triliun serta Hong Kong Rp0,28 triliun. Sementara itu, dari sisi sektor usaha, pertambangan masih menjadi magnet utama yang mendominasi investasi di Kaltim. Disusul industri kimia dan sektor pangan yang mulai berkembang. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#penanaman modal dalam negeri (PMDN) Kaltim #investasi kaltim #investor asing