KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, menjadi momentum penguatan peran pesantren dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah mendorong sinergi pendidikan untuk mencetak generasi unggul.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin secara resmi membuka rangkaian kegiatan di Kelurahan Simpang Raya, Selasa (14/4). Dalam sambutannya, ia menegaskan pesantren memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam. Semoga melalui peringatan ini, pesantren terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi emas yang cerdas secara intelektual serta kuat secara spiritual dan moral,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Pacu Standar Pelayanan Minimal: Targetkan Data Akurat dan Inovasi Nyata
Menurut dia, kontribusi Ponpes Assalam selama lebih dari tiga dekade telah terlihat dalam pembinaan umat dan pendidikan santri di Kutai Barat. Karena itu, pesantren didorong terus berinovasi agar mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Bupati juga mendukung berbagai kegiatan dalam rangkaian harlah, mulai dari kompetisi religi hingga olahraga. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang pengembangan bakat generasi muda.
Selain itu, ia menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar memberikan dukungan terhadap penguatan sarana prasarana, khususnya fasilitas teknologi untuk menunjang pembelajaran di pesantren. Menutup sambutannya, Frederick mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi dan harmoni di tengah keberagaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji yang mengapresiasi konsistensi Ponpes Assalam sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Ia menilai aktivitas pesantren yang padat mencerminkan semangat belajar santri yang tinggi.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, serta Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di daerah. (riz)
Editor : Muhammad Rizki