KALTIMPOST.ID, Donald Trump, presiden Amerika Serikat (AS) lagi-lagi menuai kecaman setelah mengunggah sebuah gambar hasil artificial intelligence (kecerdasan buatan/AI) yang menampilkan sosoknya mirip Yesus.
Baca Juga: Akui Anak, Denada Siapkan Pertemuan Ressa Rossano dan Aisha Aurum, Libatkan Psikolog
Gambar AI ini diunggah langsung oleh Trump pada Minggu (12/4) di platform media sosial miliknya, Truth Social. Akan tetapi, pada Senin (13/4), Trump kemudian menghapus gambar tersebut.
Gambar yang dihasilkan AI itu menampilkan Trump yang mengenakan jubah berwarna putih dengan selendang merah yang disampirkan di bahu.
Tangan kirinya divisualisasi memancarkan cahaya, sedangkan tangan kanannya menyentuh dahi seorang lelaki yang tampak sakit.
Lalu, ada Patung Liberty, kembang api, sebuah jet tempur, seekor elang, serta seorang perawat, seorang wanita yang sedang berdoa menjadi latarnya.
Dikecam Banyak Pihak
Menurut para kritikus, visualisasi tersebut mirip lukisan-lukisan religius yang menggambarkan Yesus menyembuhkan orang sakit.
Di sekelilingnya, tampak beberapa sosok, termasuk figur-figur berpakaian militer, seorang perawat, hingga seorang wanita yang sedang berdoa.
Latar belakang ilustrasi juga menampilkan tentara-tentara, pesawat, burung elang, patung Liberty, hingga bendera AS yang membentang.
Keseluruhan komponen diperkuat dengan cahaya terang di belakang yang membentuk aura, menyerupai penggambaran figur suci.
Penggambaran yang menyerupai Yesus tersebut memicu gelombang kecaman keras, termasuk dari berbagai sisi.
Brilyn Hollyhand, mantan wakil ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik, menyampaikan kritik tajam melalui platform X.
“Ini adalah penistaan yang menjijikkan. Agama bukanlah alat peraga. Trump tidak perlu menggambarkan diri sebagai penyelamat ketika rekam jejaknya malah sebaliknya,” tulisnya.
Sementara seorang aktivis konservatif terkemuka, Riley Gaines dengan tegas merespons unggahan tersebut dengan tulisan “Tuhan tidak boleh dipermainkan”.
Jurnalis dari Christian Broadcasting Network David Brody juga vokal menyuarakan kritikannya terhadap gambar kontroversial Trump.
“Ini sudah keterlaluan. Ini melewati batas,” tulis Brody.
“Seorang pendukung bisa saja mendukung misinya dan tetap menolak hal ini,” lanjutnya.
Trump Sebut Dirinya Dokter
Di tengah gelombang kecaman, Trump menjelaskan pandangannya terhadap gambar kontroversial yang telah dihapus itu.
Dia menjelaskan ilustrasi AI tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter.
“Itu seharusnya menggambarkan saya sebagai dokter yang membuat orang menjadi lebih baik,” terang Trump kepada awak media beberapa jam setelah unggahan itu dihapus.
Lalu Trump juga mengeklaim bahwa dirinya memang membuat orang lebih baik, selaras dengan interpretasinya pada gambar tersebut.
“Dan saya memang membuat orang menjadi lebih baik. Saya membuat orang jauh lebih baik,” imbuhnya.
Gambar Diunggah Usai Trump Kritik Paus Leo XIV
Sebelum memublikasikan gambar kontroversial tersebut, Trump sempat melontarkan kritik panjang kepada Paus Leo XIV.
Trump mengkritik Paus dengan menyebutnya "lemah dalam urusan kriminal" dan "buruk untuk kebijakan luar negeri"
Pemimpin Gereja Vatikan tersebut mulai vokal dalam mengkritik perang, yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran. Paus Leo menyebutnya sebagai tindakan yang tidak manusiawi.
Ia bahkan secara langsung menyerukan kepada Trump agar mencari "jalan keluar" dari konflik tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang, serta bahwa Tuhan menolak doa-doa mereka yang memulai konflik.
Pernyataan ini secara luas dianggap sebagai teguran terhadap para pejabat Trump, termasuk Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang pernah mengutip ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan penggunaan "kekerasan besar-besaran" terhadap musuh, serta menyamakan penyelamatan pilot AS di Iran dengan kebangkitan Yesus Kristus.
Editor : Hernawati