KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Ketegangan pernyataan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Paus Leo XIV kembali memanas. Kali ini, Trump melontarkan kritik keras terkait sikap Paus terhadap konflik di Timur Tengah, khususnya Iran.
Melalui akun media sosialnya, Trump menuding pemerintah Iran telah menyebabkan kematian puluhan ribu warga sipil dalam aksi demonstrasi dalam dua bulan terakhir. Ia juga menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir.
Baca Juga: 35.476 Lowongan Kopdes Merah Putih 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas sikap Paus Leo XIV yang sebelumnya lantang menyerukan penghentian perang serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan kerja sama internasional.
Menanggapi kritik itu, Paus Leo memilih tidak memperpanjang polemik. Dalam keterangannya saat perjalanan ke Afrika, ia menegaskan akan tetap konsisten menyuarakan perdamaian dan membela masyarakat sipil yang menjadi korban konflik.
“Saya tidak ingin berdebat. Saya hanya ingin terus mendorong perdamaian dan dialog,” ujarnya.
Perseteruan ini bukan yang pertama. Dalam beberapa hari terakhir, kedua tokoh dunia tersebut saling melontarkan kritik, termasuk terkait kebijakan luar negeri dan isu kemanusiaan.
Baca Juga: Viral Pulau Umang Dijual Rp65 Miliar, KKP Segel dan Bongkar Dugaan Pelanggaran Izin
Sebelumnya, Trump juga menyindir kepemimpinan Paus dan menilai sikapnya terlalu politis. Bahkan, ia sempat mengaitkan terpilihnya Paus Leo XIV dengan pengaruh politik di Amerika Serikat.
Situasi ini mencerminkan perbedaan pandangan tajam antara pendekatan politik dan seruan moral dalam merespons konflik global yang terus berlangsung.
Editor : Uways Alqadrie