KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat bersiap memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengirim ribuan personel tambahan dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika situasi kembali memanas usai masa gencatan senjata berakhir.
Laporan yang beredar menyebutkan, pemerintahan Presiden Donald Trump tengah meningkatkan tekanan terhadap Iran agar segera mencapai kesepakatan damai.
Baca Juga: SP3 Kasus Ijazah Jokowi Terbit, Rismon Sianipar Akui Kini Bisa Tidur Nyenyak
Namun di sisi lain, opsi operasi militer lanjutan tetap disiapkan jika perundingan menemui jalan buntu.
Sekitar 6.000 pasukan tambahan disebut akan dikerahkan, tergabung dalam gugus tempur yang dipimpin kapal induk nuklir USS George H.W. Bush.
Dari jumlah itu, lebih dari 4.000 personel Marinir dan pasukan reaksi cepat diperkirakan tiba sebelum akhir bulan.
Sebelumnya, Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan sejak awal April.
Dalam periode tersebut, kedua pihak menjalani perundingan damai yang difasilitasi di Pakistan. Namun, putaran pertama negosiasi belum menghasilkan kesepakatan berarti.
Baca Juga: Trump vs Paus Leo XIV Memanas Lagi, Singgung Iran dan Tuduhan 42 Ribu Korban Pembunuhan
Pembicaraan lanjutan direncanakan kembali digelar dalam waktu dekat. Sementara itu, sejumlah negara seperti Turki dan Mesir turut berupaya mendorong perpanjangan gencatan senjata guna meredam eskalasi konflik di kawasan.
Situasi ini menunjukkan ketegangan masih jauh dari reda, dengan kemungkinan konflik terbuka tetap membayangi jika jalur diplomasi gagal mencapai titik temu.
Editor : Uways Alqadrie