Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Viral Video Testimoni Gratispol, Plt Kepala SMAN 1 Samarinda: Tak Ada Paksaan dan Unsur Politik

Eko Pralistio • Kamis, 16 April 2026 | 17:18 WIB
UCAPAN TERIMA KASIH: Salah satu unggahan video ucapan terima kasih atas bantuan seragam gratis yang memicu beragam komentar warganet. Disdikbud Kaltim menilai fenomena ini merupakan bentuk laporan riil dari sekolah kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program di lapangan. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR)
UCAPAN TERIMA KASIH: Salah satu unggahan video ucapan terima kasih atas bantuan seragam gratis yang memicu beragam komentar warganet. Disdikbud Kaltim menilai fenomena ini merupakan bentuk laporan riil dari sekolah kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program di lapangan. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Video testimoni terkait program "Gratispol" dari sejumlah sekolah di Kalimantan Timur ramai diperbincangkan di media sosial.  Unggahan tersebut memicu beragam reaksi publik, mulai dari dukungan hingga tudingan politisasi bantuan pendidikan.

Menanggapi hal itu, pihak sekolah angkat bicara. Plt Kepala SMA Negeri 1 Samarinda, Syawal Arifin, menegaskan video yang diunggah pada 13 April lalu dibuat tanpa paksaan. Konten tersebut disebutnya murni sebagai bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Ini sebagai institusi di bawah pemprov, kami hanya ingin menyampaikan bahwa bantuan pemerintah provinsi sudah sampai ke sekolah kami, ujarnya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/4/2026). Syawal memastikan, video itu tidak berkaitan dengan kepentingan politik. Melainkan sebagai bukti realisasi program Gratispol, khususnya bantuan seragam sekolah gratis yang telah diterima siswa.

Baca Juga: Viral Video Terima Kasih Seragam Gratis di Kaltim, Disdikbud Bantah Ada Unsur Politis

Di SMAN 1 Samarinda, kata Syawal, bantuan tersebut telah dirasakan sekitar 450 siswa kelas 10 dari total 12 kelas. Para siswa menerima seragam sebagai bagian dari program yang dicanangkan Pemprov Kaltim. Tak hanya sebagai dokumentasi, video itu juga disebut memiliki tujuan edukatif. Pihak sekolah ingin menanamkan nilai karakter kepada siswa agar menghargai bantuan yang diterima.

"Sekaligus pendidikan karakter agar murid bisa berterima kasih kepada pihak yang memberi bantuan," tambahnya. Hingga Rabu sore pukul 17.25 Wita, video yang diunggah melalui akun resmi sekolah itu telah ditonton lebih dari 306 ribu kali. Angka tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap program Gratispol.

Melalui klarifikasi ini, pihak sekolah berharap polemik yang berkembang bisa diluruskan. Mereka juga meminta masyarakat melihat konteks unggahan secara utuh, bukan sekadar potongan narasi yang beredar di media sosial. "Mohon dibantu meluruskan informasi yang sebenarnya," pungkas Syawal. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#SMA 1 Samarinda #gratispol