TENGGARONG — Ruas jalan Tenggarong–Senoni dikenal memiliki sejumlah tikungan tajam yang kerap menyulitkan pengendara, terutama kendaraan besar. Pada kondisi tertentu, keterbatasan bahu jalan membuat kendaraan berisiko keluar jalur saat kehilangan keseimbangan di tikungan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilakukannya pembangunan bahu jalan berbahan beton di ruas tersebut. Pekerjaan ini saat ini tengah dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 1.5. Di sejumlah titik, bahu jalan sebelumnya masih berupa tanah yang mudah ambles ketika dilintasi atau saat menahan beban kendaraan berat. Pada tikungan dengan sudut tajam, kondisi ini membuat ruang manuver pengendara menjadi terbatas.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 1.5 Kaltim, Randy, menjelaskan bahwa penggunaan material beton dipilih untuk meningkatkan stabilitas bahu jalan. “Dengan bahu beton, pengendara memiliki area tambahan yang lebih stabil untuk melakukan manuver, terutama saat melintasi tikungan,” ujarnya.
Baca Juga: Jalur Mudik Loa Janan–Tenggarong–Kota Bangun Diperbaiki, BBPJN Pastikan Kondisi Jalan Mantap
Ia menambahkan, permukaan beton yang keras dan rata dapat membantu kendaraan tetap berada dalam kendali ketika terjadi pergeseran posisi, terutama pada kendaraan bertonase besar seperti truk dan bus. Keberadaan bahu jalan yang lebih kuat juga berfungsi sebagai ruang antisipasi ketika kendaraan melebar saat berbelok, sehingga mengurangi potensi tergelincir atau keluar jalur.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari penanganan di ruas jalan strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara. Selain meningkatkan aspek keselamatan, perbaikan bahu jalan juga diharapkan mendukung kelancaran arus lalu lintas. Proyek pembangunan bahu beton tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Hingga saat ini, pekerjaan masih berlangsung di beberapa titik pada koridor Tenggarong–Senoni. (riz)
Editor : Muhammad Rizki