KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Sudah lebih dari tujuh pekan sejak Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Namun hingga kini, pemerintah Iran belum juga melaksanakan pemakamannya.
Belum adanya lokasi pemakaman disebut-sebut berkaitan dengan situasi keamanan yang masih genting. Pemerintahan yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei masih fokus menghadapi tekanan militer dari luar, terutama dari AS dan Israel.
Baca Juga: Siapa Hendrikus Rahayaan? Pelaku Pembunuhan Nus Kei yang Ternyata Atlet MMA, Kerabat John Kei?
Di sisi lain, analis keamanan dari Foundation for the Defence of Democracies, Behnam Taleblu, menilai penundaan ini bukan semata karena perang. Ia menyebut rezim Iran saat ini berada dalam kondisi tertekan dan cenderung berhati-hati untuk menggelar upacara besar.
Menurutnya, situasi belum aman untuk mengumpulkan massa dalam jumlah besar, terlebih ancaman serangan masih membayangi meski ada jeda konflik. Hal ini berbeda dengan pemakaman Ruhollah Khomeini pada 1989 yang dihadiri jutaan pelayat.
“Pemerintah tampak belum siap mengambil risiko,” ujarnya.
Kondisi ini mencerminkan situasi internal Iran yang masih belum stabil di tengah tekanan geopolitik kawasan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan dan di mana pemakaman Khamenei akan dilaksanakan.
Sejumlah faktor disebut menjadi alasan Iran belum berani menggelar pemakaman besar untuk Ali Khamenei. Selain ancaman serangan udara Israel, pemerintah juga disebut khawatir memicu gelombang protes di dalam negeri.
Situasi ini makin rumit dengan belum munculnya sosok Mojtaba Khamenei di hadapan publik.
Sejak dinyatakan menggantikan posisi ayahnya, Mojtaba disebut belum pernah tampil secara terbuka. Kondisi itu dinilai berisiko jika pemakaman tetap dipaksakan digelar dalam waktu dekat.
Analis dari Foundation for the Defence of Democracies, Behnam Taleblu, menilai kondisi ini mencerminkan melemahnya kontrol pemerintah terhadap situasi domestik.
Ia membandingkan dengan pemakaman Ruhollah Khomeini pada 1989 yang dihadiri jutaan orang. Kini, lebih dari satu bulan sejak kematian Khamenei, pemerintah justru belum mampu memastikan prosesi serupa.
Taleblu juga menyoroti pemadaman internet yang berlangsung lama di Iran. Menurutnya, hal itu menjadi indikasi adanya kekhawatiran besar dari pemerintah terhadap reaksi publik.
Baca Juga: Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam: Pelaku Pembunuh Ternyata Atlet MMA
Sementara itu, laporan media AS menyebut pemerintah Iran mulai mempertimbangkan Mashhad sebagai lokasi pemakaman. Kota tersebut merupakan kampung halaman Khamenei dan dinilai lebih aman karena letaknya jauh dari jangkauan langsung Israel.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait waktu maupun lokasi pemakaman.
Editor : Uways Alqadrie