KALTIMPOST.ID-Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor resmi dilantik sebagai ketua umum Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) masa bakti 2025–2030.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4), dan dipimpin Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dihadiri ratusan kepala daerah dari wilayah penghasil sawit.
Momentum tersebut dinilai penting untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi dinamika sektor perkebunan, sekaligus memperjuangkan kepentingan daerah dalam tata kelola sawit berkelanjutan.
AKPSI diharapkan menjadi wadah strategis dalam memperkuat posisi daerah sebagai bagian penting rantai industri sawit nasional.
Setelah dilantik, Mudyat menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Ia menegaskan, kepengurusan AKPSI ke depan harus mampu bekerja secara solid, inovatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan global.
Menurutnya, sektor sawit saat ini dihadapkan pada isu kompleks, mulai tuntutan keberlanjutan, perubahan iklim, hingga standar pasar internasional.
Selain itu, implementasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), pengembangan agroforestri, penanganan konflik manusia dan satwa liar, serta persoalan lahan gambut dan kebakaran hutan juga menjadi perhatian serius.
“AKPSI harus hadir sebagai solusi, bukan hanya wadah koordinasi, tetapi juga motor penggerak kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan global,” ujarnya.
Mudyat menegaskan komitmen AKPSI dalam mendukung program strategis nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50 sebagai bagian dari diversifikasi energi. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor sawit.
“Kami mendukung penuh program Presiden RI Prabowo Subianto dalam pengembangan energi berbasis sawit, agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pekebun,” katanya.
Sementara itu, Sudaryono menekankan peran strategis AKPSI sebagai mitra pemerintah dalam memastikan tata kelola sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
AKPSI juga diharapkan mampu memperkuat advokasi kebijakan yang berpihak pada petani dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dengan kontribusi besar sektor sawit terhadap perekonomian nasional, sinergi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak.
Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan peran daerah penghasil sawit dalam pembangunan nasional. Daerah tersebut juga didorong lebih maju.
Di bawah kepemimpinan Mudyat Noor, AKPSI diharapkan mampu menghadirkan terobosan kebijakan yang berdampak langsung bagi daerah dan masyarakat. (rd)
Editor : Romdani.