KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Komando Pasukan Khusus memastikan kabar yang menyebut adanya insiden antara Pangkopassus dan pihak Istana tidak benar. Informasi yang beredar luas di media sosial itu ditegaskan sebagai hoaks.
Klarifikasi disampaikan melalui akun resmi Kopassus di Instagram. Dalam unggahan tersebut, narasi terkait dugaan penamparan disertai label “HOAX” sebagai bentuk bantahan tegas terhadap isu yang berkembang.
Baca Juga: Bank Mandiri Raup Laba Rp15,4 Triliun di Awal 2026, Kredit Tembus Rp1.530 Triliun
Dalam pernyataannya, Kopassus menyebut kabar tersebut tidak memiliki dasar yang jelas maupun bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bahkan, informasi itu dinilai sengaja dibuat untuk memicu kegaduhan serta mengganggu keharmonisan di lingkungan institusi negara.
Pangkopassus Djon Afriandi sendiri diketahui menjabat sejak Agustus 2025. Perwira tinggi lulusan Akademi Militer 1995 itu sebelumnya juga pernah memimpin Kopassus pada periode 2024–2025.
Editor : Uways Alqadrie