KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas di kawasan Teluk Oman. Militer Iran dilaporkan melancarkan serangan menggunakan drone ke sejumlah kapal milik Amerika pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
Langkah itu disebut sebagai respons cepat Teheran setelah pasukan Amerika lebih dulu menembaki dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran.
Baca Juga: Sadis! 5 Tewas di Perbatasan Kalteng–Kaltim: 3 Pelaku Ditangkap, Termasuk Mantan Kades di Kubar
Insiden tersebut terjadi saat kapal kontainer bernama TOUSKA dicegat di perairan strategis tersebut.
Media pemerintah Iran menyebut, aksi militer Amerika dilakukan dengan menonaktifkan sistem navigasi kapal sebelum pasukan marinir naik ke atas dek. Tindakan itu bahkan dituding sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengecam keras langkah Washington. Ia menilai penyitaan kapal tersebut sebagai bentuk “pembajakan maritim” dan menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas insiden tersebut.
Sementara itu, pihak militer Amerika melalui Komando Pusat (CENTCOM) membenarkan adanya pencegatan. Mereka menyebut kapal perang USS Spruance menghentikan kapal Iran yang diduga mencoba menembus blokade laut menuju Bandar Abbas.
Editor : Uways Alqadrie