Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Masih Defisit 200 Ribu Ton Beras, Ketergantungan Pasokan Luar Jadi Pemicu Inflasi

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 23 April 2026 | 14:52 WIB

 

DEFISIT: Produksi beras lokal Kaltim masih defisit 190-200 ribu ton. Namun ketersediaan untuk kebutuhan masyarakat masih tercukupi.
DEFISIT: Produksi beras lokal Kaltim masih defisit 190-200 ribu ton. Namun ketersediaan untuk kebutuhan masyarakat masih tercukupi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Terutama terjadi pada komoditas strategis seperti beras dan cabai yang selama ini turut memengaruhi laju inflasi daerah.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan mengakui, kebutuhan pangan di Kaltim hingga kini masih belum sepenuhnya dipenuhi dari produksi lokal. “Kalau kondisi sekarang memang kita masih sangat tergantung dari luar, baik itu padi maupun cabai. Untuk cabai bahkan dari Sulawesi dan kadang juga dari Jawa,” ujarnya.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses transisi. Selama ini, Kaltim dikenal sebagai daerah berbasis energi, bukan pangan. Namun kini arah kebijakan mulai bergeser untuk memperkuat ketahanan pangan, seiring dengan program nasional serta keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Dari dulu kita adalah lumbung energi. Sekarang kita mencoba pelan-pelan menjadi lumbung pangan. Tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan,” tegasnya, Rabu (22/4).

Baca Juga: Beras Hingga Cabai Mahal di Seluruh Kabupaten/Kota, Inflasi Pangan Kaltim Tembus 4,72 Persen

Dia menjelaskan, ketergantungan terhadap pasokan luar membuat pengendalian inflasi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Padahal, inflasi menjadi indikator penting dalam kinerja kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/wali kota. “Bagaimana kepala daerah memastikan wilayahnya terkendali inflasinya, terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan cabai,” katanya.

Meski demikian, secara ketersediaan, Fahmi memastikan kebutuhan masyarakat masih tercukupi. Disebutkan karena adanya kombinasi antara produksi lokal dan pasokan dari luar daerah. “Kalau ketersediaan tidak ada masalah. Kita masih bisa datangkan dari luar, jadi kebutuhan terpenuhi,” ujarnya.

Namun dari sisi produksi lokal, Kaltim masih menghadapi kekurangan signifikan. Untuk beras misalnya, kebutuhan mencapai sekitar 350 ribu hingga 400 ribu ton per tahun, sementara produksi masih defisit sekitar 190 ribu hingga 200 ribu ton. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Inflasi Kaltim #produksi beras kaltim #Ketahanan pangan Kaltim #kaltim