KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Terpilihnya Putri Amanda Nurrahmadani sebagai Ketua Umum Kadin Kalimantan Timur dikait-kaitkan adanya dugaan praltik nepotisme yang dilakukan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.
Perempuan berusia 23 tahun itu resmi dilantik pada Maret 2026 lalu di IKN, dengan periode jabatan 2025-2030. Putri terpilih secara aklamasi dalam Musprov Kadin ke-8 setelah calon lain mundur.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, tampak berusaha meluruskan anggapan nepotisme terjadi dalam tubuh organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim.
Rudy menyebut, anggapan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki keterkaitan langsung dengan proses pemilihan ketua Kadin disebutnya tidak tepat. Sebab, organisasi tersebut dinilainya berdiri independen dengan mekanisme sendiri.
Baca Juga: Komunikasi Politik Gubernur Kaltim Disorot, Pengamat Nilai Perlu Penguatan Arah dan Konteks
"Kadin itu organisasi, mirip dengan HIPMI. Mereka punya AD/ART. Yang menentukan kepengurusan adalah internal mereka sendiri," kata Rudy di Hotel Atlet Samarinda.
Dalam konteks yang lain, Rudy menggarisbawahi, peran pemerintah daerah sebatas fasilitasi kegiatan jika dibutuhkan, bukan intervensi dalam penentuan kepemimpinan.
Karena itu, ia menilai tudingan adanya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam tubuh organisasi Kadin Kaltim tidak tepat. Namun, Rudy tidak menampik adanya hubungan keluarga, tetapi ia mengembalikan pertanyaan itu ke mekanisme organisasi.
Baca Juga: Kontroversi Pernyataan Rudy Mas’ud, Kader Gerindra Desak Permintaan Maaf Terbuka
"Kalau soal itu, silakan tanyakan ke Kadin pusat. Bagaimana bisa usia 23 tahun terpilih, tentu ada mekanisme yang memungkinkan," tegasnya.
Dia bahkan membandingkan fenomena tersebut dengan praktik diskresi dalam organisasi politik. Rudy mencontohkan pengalamannya di Partai Golkar yang pernah mendapatkan restu dari pusat, meski beberapa persyaratan disebutnya belum memenuhi syarat.
"Kalau di Golkar, misalnya saya, walaupun belum sesuai dengan AD/ART pada saat itu (sebelum terpilih menjadi ketua Golkar di Kaltim), tapi saya diberikan yang namanya surat diskresi, pengecualian," urainya mengumpamakan.
Terlepas dari dugaan nepotisme itu, Rudy berharap munculnya pemimpin muda justru patut diapresiasi. Kaltim kini memiliki salah satu ketua Kadin termuda di Indonesia, yang menurutnya bisa menjadi indikator potensi generasi baru di sektor usaha.
"Saya berharap, kita ini harus mendukung kalau ada potensi bibit-bibit yang bisa menjadi pengusaha berkelas. Harusnya bangga. Kaltim dari 38 provinsi se-indonesia punya kadin termuda, berarti ada hal yang luar biasa," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki