KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelantikan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kalimantan Timur untuk periode 2026–2031 digelar Sabtu, 25 April 2026.
Nama-nama pengurus di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota kini resmi mengemban panji partai berlambang matahari putih, beserta tugas utama yang diusung PAN, yakni bantu rakyat.
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, datang langsung. Bersama sejumlah nama dari pusat: Eko Patrio, Pasha Ungu, Uya Kuya, Desy Ratnasari, hingga Venna Melinda.
Agenda yang digelar di Samarinda Convention Hall itu tak berhenti di pelantikan. Dilanjutkan dengan rapat kerja wilayah II. Setiap pengurus yang sudah dilantik bakal memulai konsolidasi dan menyusun kerja politik mereka.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan mengapresiasi kader-kader militan PAN di Kaltim. Dia menyebut pelantikan ini sebagai yang terbesar dan terbaik yang pernah digelar PAN di Indonesia. Pujian yang sekaligus menjadi dorongan.
Di tingkat nasional, kata dia, PAN sudah tiga kali mendukung Prabowo Subianto berjuang, berkontestasi dalam pemilihan presiden. “Tiga kali pemilu kita dukung Pak Prabowo. Tiga kali kalah. Baru kali ini menang. Karena kita setia.” katanya.
Kalimat itu berangkat dari rangkuman kerja politik PAN selama ini, yakni menjadikan konsistensi sebagai strategi.
Soal elektoral, Zulhas tak menutup mata. PAN turun dari posisi lima ke tujuh. Tapi baginya itu bukan akhir. Perjuangan masih terus berjalan dan target berikutnya, PAN masuk empat besar pemilik suara terbanyak se-Indonesia.
Optimisme itu disambut Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin, yang membahas soal kerja kolektif. Karena partai tak bisa bergerak hanya dengan satu orang saja. “Jangan biarkan ketua umum bekerja sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Deretan Amalan Haji yang Tak Boleh Terlewatkan Menurut Kemenag, Ada yang Sering Dianggap Sepele
Semua pengurus hingga kader, kata dia, mesti turun bantu rakyat dan mendukung menyukseskan program nasional. Menurutnya, kerja politik PAN ke depan harus lebih terstruktur dan menyentuh langsung masyarakat.
Kerja politik tak boleh musiman. Tidak hanya muncul saat pemilu, lalu menghilang setelahnya. Basis harus dirawat, masyarakat harus disentuh.
“Kalau tim, insyaallah target saya tinggi. Semua harus bergerak bersama, membantu rakyat, dan tidak hanya hadir saat momentum pemilu saja,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie