KALTIMPOST.ID-Sebanyak 360 calon jamaah haji asal Balikpapan resmi memasuki Embarkasi Haji pada Senin (27/4) sore.
Sebelum dijadwalkan terbang ke Madinah, seluruh jamaah wajib melewati serangkaian proses krusial, mulai dari pemeriksaan kesehatan ketat oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan hingga pembagian kartu Nusuk dan dana bantuan.
Suasana haru menyelimuti Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center. Calon jamaah haji asal Balikpapan resmi dilepas untuk masuk Embarkasi Haji. Mereka ditemani sanak saudara dan keluarga besar mengantarkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Mereka semua calon jamaah haji yang berasal dari Balikpapan. Setelah masuk embarkasi, jamaah akan melewati beberapa proses cukup panjang.
Salah satu hal terpenting calon jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan tahap terakhir oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kaltim Mohlis Hasan mengatakan, pemeriksaan ini penting sebagai penentu kesehatan calon jamaah dinyatakan aman atau tidak untuk berangkat.
Contoh kloter 1 jamaah asal Samarinda, satu orang dinyatakan tidak bisa berangkat karena terdeteksi hamil. Secara medis tidak boleh untuk berangkat.
Jadi terpaksa rencana ibadah haji ditunda dulu untuk pemberangkatan tahun depan. Jika kesehatan calon jamaah dinyatakan aman, mereka selanjutnya menerima surat perintah masuk asrama (SPMA).
“Kemudian calon jamaah menerima kunci kamar, akomodasi, paspor/visa, living cost, dan kartu Nusuk,” tuturnya. Serta bantuan dari Pemprov Kaltim yakni dana sponsorship dari Bankaltimtara dalam bentuk buku tabungan.
Setiap jamaah mendapat bantuan sebesar Rp 900 ribu dan petugas Rp 1.350.000. Mereka berada di embarkasi haji selama kurang lebih sehari. Rencana dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada Selasa (28/4) pukul 23.40 Wita.
“Masuk embarkasi sehari dulu biar mereka bisa istirahat. Tidak terburu-buru dan mengganggu kesehatan,” imbuhnya.
Mohlis berpesan, calon jamaah harus menjaga dan memerhatikan kesehatan. “Jangan sampai tekanan darah tinggi saja bisa batal berangkat,” katanya. Semua proses ini panjang dan perlu kondisi calon jamaah yang sehat.
Dia berharap tak ada calon jamaah yang gagal berangkat. Semua bisa menjalani ibadah haji dengan aman dan nyaman. Hingga nanti pulang ke Balikpapan menjadi haji yang mabrur. (rd)
Editor : Romdani.