KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung hingga Selasa (28/4) pagi.
Sejumlah korban dilaporkan masih terjebak di dalam rangkaian gerbong pasca tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan ada sekitar enam hingga tujuh orang yang belum berhasil dievakuasi. Tim penyelamat saat ini fokus membuka akses menuju lokasi korban dengan membongkar bagian kereta yang mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 5 Tewas, Evakuasi Dramatis Korban Terjepit Masih Berlangsung
Upaya penanganan dilakukan dengan memotong rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang terdampak. Sebagian badan kereta juga telah ditarik mundur untuk mempermudah proses evakuasi di titik benturan.
Data sementara pada dini hari menunjukkan korban meninggal dunia berjumlah empat orang. Sementara itu, puluhan penumpang yang berhasil dievakuasi langsung mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka.
Sedikitnya 71 korban telah dikeluarkan dari dalam gerbong dan dibawa ke fasilitas kesehatan. Pihak KAI memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan maksimal.
Di lokasi kejadian, petugas gabungan terus bekerja dengan hati-hati mengingat kondisi rangkaian kereta yang rusak berat dan saling menghimpit.
Baca Juga: Daftar 9 Kereta yang Dibatalkan KAI Usai Tabrakan KRL-KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Proses evakuasi diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Editor : Uways Alqadrie