Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kepala Basarnas: Penyebab Korban Tewas, Rata-rata Terjepit Lokomotif Argo Bromo Anggrek

Uways Alqadrie • Selasa, 28 April 2026 | 12:24 WIB
Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii
Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii

KALTIMPOST.ID, BEKASI – Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii mengungkapkan sebagian besar korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur disebabkan karena terjepit rangkaian lokomotif. 

Benturan keras antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL membuat lokomotif masuk hingga ke dalam gerbong komuter.

Baca Juga: Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 14 Korban Tewas Seluruhnya Perempuan Dewasa

Menurut Syafii, kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi. Tim SAR harus melakukan ekstrikasi secara hati-hati karena sejumlah korban masih dalam keadaan hidup namun terjepit material kereta.

Setidaknya lima korban selamat berhasil dievakuasi dari posisi tersebut dengan proses yang cukup rumit.

Ia memastikan operasi penyelamatan telah rampung pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dan tidak ada lagi yang tertinggal di dalam rangkaian kereta. Tim SAR pun telah kembali ke satuan masing-masing.

Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Hari Ini: 14 Tewas, 84 Luka, KAI Tanggung Semua Biaya

Dari data sementara, total korban mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban tewas diketahui merupakan perempuan, karena gerbong yang terdampak paling parah merupakan gerbong khusus wanita.

PT KAI juga masih membuka posko darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Gambir untuk penanganan lanjutan para korban.

Editor : Uways Alqadrie
#KA Argo Bromo Anggrek #kecelakaan kereta api di stasiun Bekasi Timur #stasiun Bekasi Timur #basarnas