KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Subsektor hortikultura di Kalimantan Timur masih jauh dari kata berkembang. Data terbaru menunjukkan jumlah perusahaan di sektor tersebut sangat minim dan hanya terkonsentrasi di dua wilayah.
Berdasarkan hasil updating Direktori Perusahaan Pertanian (DPP) 2025, jumlah perusahaan hortikultura di Bumi Etam hanya 3 perusahaan. Sebarannya terbatas di Paser sebanyak dua perusahaan dan Kutai Barat satu perusahaan.
Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai, karakter usaha hortikultura masih terbatas. “Satu perusahaan hortikultura dapat mengusahakan lebih dari satu kelompok tanaman hortikultura,” ujarnya.
Baca Juga: Penerapan Teknologi Dukung Efisiensi Pertanian Kaltim
Dia menambahkan, komoditas yang diusahakan juga belum beragam. “Sebanyak 2 perusahaan hortikultura mengusahakan sayuran semusim dan 2 perusahaan mengusahakan buah-buahan tahunan,” lanjut Mas’ud.
Dalam direktori yang dirilis BPS, tercatat beberapa perusahaan hortikultura yang menjadi representasi subsektor tersebut. Di antaranya Outbound Sahabat Kideco, PT di Kecamatan Batu Sopang, Paser, yang mengusahakan sayuran semusim dan buah tahunan.
Kemudian ada BUMDES 99 Rangan, Perseroan Daerah di Kecamatan Kuaro, Paser yang bergerak pada buah-buahan tahunan, serta Dunia Usaha Maju, CV di Kecamatan Nyuatan, Kutai Barat yang fokus pada sayuran semusim.
Baca Juga: Pertanian Berkelanjutan Didorong di Kaltim, Fahmi: Jangan Hanya Kejar Produksi
Mas’ud juga menegaskan cakupan usaha hortikultura dalam pendataan itu. “Tanaman hortikultura meliputi tanaman buah-buahan, tanaman sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias,” jelasnya.
Minimnya jumlah perusahaan menjadi gambaran bahwa subsektor hortikultura di Kaltim masih sangat terbatas dan belum berkembang merata. (riz)
Editor : Muhammad Rizki