SAMARINDA-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Samarinda kian dekat. Pemkot menyiapkan mitigasi kecurangan melalui Satgas SPMB yang dikomandoi Inspektorat agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.
Satgas yang dibentuk sejak tahun lalu atas arahan Wali Kota Andi Harun itu akan mengawal proses dari pra-pendaftaran hingga pengumuman. Pengawasan difokuskan pada sekolah-sekolah di bawah kewenangan pemkot agar praktik lama tidak terulang.
“Kami melaksanakan mandat wali kota agar proses SPMB berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada lagi praktik titip-menitip,” ujar Sekretaris Inspektorat Daerah Samarinda, Firdaus Akbar, ditemui usai rapat perdana tim Satgas SMPB, di kantor Itda Samarida, Kamis (30/4).
Baca Juga: Juknis SPMB Samarinda Rampung, Pendaftaran SD–SMP Mulai Juni
Dia merinci, berkaca dari pelaksanaan 2025, Inspektorat mencatat 20 pengaduan masyarakat terkait SPMB. Mayoritas laporan masuk melalui kanal digital, sementara sebagian lainnya disampaikan langsung ke posko. “Sebanyak 13 pengaduan melalui WhatsApp, dua lewat media sosial, dan lima langsung ke posko, semuanya sudah kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Menariknya, dari seluruh laporan tersebut tidak ada sanksi yang dijatuhkan. Bahwa pengaduannya rerata berkaitan dengan domisili serta adanya pungutan terkait atribut seragam sekolah.
Hal itu disebut karena persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui fasilitasi dan klarifikasi. “Alhamdulillah semua bisa diselesaikan dengan baik tanpa perlu pemberian sanksi,” terangnya.
Firdaus menegaskan, tahun ini pengawasan diperketat dengan prinsip zero tolerance terhadap kecurangan. Satgas akan memastikan jalur domisili, afirmasi, hingga mutasi berjalan sesuai ketentuan. “Sekolah sekarang tidak berani lagi melakukan hal yang mengarah ke kecurangan karena kami pantau betul,” tegasnya.
Baca Juga: Jadwal SPMB Balikpapan 2026: Juknis Rampung, Pendaftaran Mulai Juni
Selain membuka kanal pengaduan, satgas juga melakukan uji petik ke sejumlah SD dan SMP. Langkah ini untuk memastikan pelaksanaan di lapangan benar-benar sesuai sistem. “Kami akan turun langsung ke sekolah untuk mengecek prosesnya,” ujarnya.
Pemkot juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi SPMB dengan melibatkan Diskominfo. Sistem ini dirancang lebih sederhana agar tidak menyulitkan orang tua siswa. “Kami pastikan prosesnya mudah, kalau ada kendala sekolah wajib membantu orang tua dalam proses pendaftaran,” tandasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki