KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Ribuan buruh turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPR RI, Jumat (1/5). Aksi ini menjadi wadah penyampaian tuntutan terkait kesejahteraan pekerja yang dinilai belum terpenuhi.
Aksi unjuk rasa mulai berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB dan masih dipadati massa hingga sore hari. Demonstrasi tersebut diikuti berbagai elemen, mulai dari serikat pekerja, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat sipil.
Baca Juga: Daftar Lengkap Janji Prabowo di Hari Buruh 2026: Rumah, Ojol, BPJS hingga Kredit Murah
Salah satu kelompok yang terlibat adalah Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) yang tergabung dalam aliansi GEBRAK. Mereka menegaskan aksi ini digelar secara independen dan tidak ikut dalam kegiatan perayaan lain yang berlangsung di kawasan Monas.
Ketua Umum KASBI, Sunarno, menyebut kondisi buruh saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Ia menyoroti berbagai persoalan klasik seperti upah rendah di bawah standar, jam kerja panjang, hingga lemahnya perlindungan keselamatan kerja.
Selain itu, ia juga mengkritik sistem fleksibilitas tenaga kerja yang dinilai merugikan buruh karena membuat status pekerjaan menjadi tidak pasti. Menurutnya, skema tersebut semakin mempersempit peluang pekerja untuk mendapatkan status tetap.
Dalam momentum May Day tahun ini, KASBI bersama aliansi GEBRAK mengusung sepuluh tuntutan utama. Di antaranya mendesak pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, reformasi sistem pengupahan, penghapusan outsourcing, hingga penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Tak hanya itu, mereka juga menuntut jaminan sosial yang lebih luas, pendidikan dan layanan kesehatan gratis, serta perlindungan terhadap buruh perempuan dan kelompok rentan lainnya.
Baca Juga: Reshuffle Kementerian PU 2026: Dody Hanggodo Copot 7 Pejabat Eselon I Termasuk Sekjen
Aksi berlangsung dengan orasi yang disampaikan bergantian dari atas mobil komando. Massa juga membawa atribut organisasi masing-masing sebagai simbol perjuangan.
Demonstrasi ini menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menegaskan kembali pentingnya keadilan sosial dan perlindungan hak-hak pekerja di Indonesia.
10 Tuntutan KASBI dan Aliansi GEBRAK:
1. Segera wujudkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh dengan melibatkan serikat buruh, pasca putusan MK 168 tentang Omnibuslaw Cipta kerja.
2. Reformasi sistem pengupahan dan hilangkan disparitas upah: Berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh.
3. Jamin kepastian kerja: Hapus Sistem Outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan eksploitatif.
Baca Juga: Usai Tragedi Stasiun Bekasi Timur, Kecelakaan KA Argo Bromo di Grobogan Tewaskan 4 Orang
4. Ratifikasi Konvensi ILO 188, konvensi ILO 190, jamin dan lindungi buruh perempuan dan disabilitas.
5. Sejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, pekerja medis san kesehatan.
6. Setop PHK masal dan pemberangusan Serikat Buruh.
7. Wujudkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan berkualitas.
8. Tegakkan supremasi sipil, jaga demokrasi, stop militerisme, stop kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskan aktivis yang ditangkap.
9. Jalankan Reforma Agraria sejati, hentikan penggusuran tanah rakyat.
10. Hentikan Perang: Solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, Cuba, dan lainnya.
Editor : Uways Alqadrie