Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sudah 21 Tahun Mandat Undang-Undang Berlaku tapi 600 Guru di Kaltim Belum S-1, BGTK Siapkan Beasiswa RPL untuk Tingkatkan Kualifikasi

Nasya Rahaya • Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:37 WIB
Sarasehan Pendidikan yang digelar di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (2/5). (FOTO NASYA/KP)
Sarasehan Pendidikan yang digelar di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (2/5). (FOTO NASYA/KP)

KALTIMPOST.ID-Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kaltim Wiwik Setiawati mengungkapkan sekitar 600 guru di Kaltim hingga kini masih belum berkualifikasi S-1, meski kewajiban tersebut sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen sejak 2005.

Hal itu disampaikannya dalam Sarasehan Pendidikan bertema Penguatan Tata Kelola dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan Pendidikan di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (2/5).

“Nah, kualifikasi ini Bapak-Ibu walaupun diamanatkan di Undang-Undang Guru dan Dosen tahun 2005 ya. Bahwa guru harus S-1 sampai sekarang sudah 21 tahun regulasi itu tapi ternyata faktanya masih banyak guru-guru kita yang belum S-1. Untuk Kaltim itu ada sekitar 600 guru yang belum S-1,” beber Wiwik.

Baca Juga: Pengeroyokan di Jempang Kubar Berujung Penangkapan Lima Tersangka, Polisi Bongkar Peredaran Senjata Api Rakitan Ilegal

Sebagai solusi, BGTK menyiapkan program beasiswa melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL) bagi guru yang belum sarjana, khususnya yang berusia hingga 50 tahun.

“Guru-guru yang belum S-1 yang usianya 50 tahun itu bisa mendapatkan beasiswa 3 juta per semester tanpa skripsi dan mereka hanya kuliah cukup 1 tahun saja karena RPL-nya diakui,” jelasnya.

Selain peningkatan kualifikasi, BGTK juga mengevaluasi tata kelola guru, termasuk distribusi dan pelatihan berkelanjutan.

Wiwik menegaskan peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam reformasi pendidikan di Kaltim, seiring dorongan pemerintah memperkuat kompetensi, kesejahteraan, dan pemerataan tenaga pendidik di seluruh daerah. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #dpr ri #ibu kota nusantara #hetifah sjaifudian #Kutai Barat