KALTIMPOST.ID-Direktorat Teknis Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan meninjau langsung kawasan pabean terapung di PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB), perairan Muara Berau, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (29/4). Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sistem layanan kepabeanan di Kaltim.
Peninjauan dipimpin Direktur Teknis Kepabeanan Imik Eko Putro bersama jajaran. Fokus utama diarahkan pada mekanisme operasional, tata kelola layanan ekspor, serta efektivitas sistem yang diterapkan di kawasan tersebut.
Kawasan pabean terapung ini merupakan inovasi pertama di Indonesia. Konsep tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan kepabeanan, khususnya dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor dari wilayah perairan.
Imik menjelaskan, kunjungan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan pengelola kawasan. Menurutnya, kepastian layanan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas dunia usaha.
“Melalui peninjauan ini, kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan serta memberikan kemudahan dan kepastian bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara berkelanjutan. Penyempurnaan sistem dinilai penting agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, terutama di sektor ekspor komoditas unggulan.
Dari sisi pengawasan, dia menegaskan pihaknya tetap menjalankan fungsi kontrol secara ketat. Setiap arus barang yang masuk dan keluar kawasan diawasi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap barang masuk maupun keluar, untuk mencegah potensi pelanggaran,” ucapnya.
Keberadaan kawasan pabean terapung dinilai sebagai terobosan strategis dalam sistem kepabeanan nasional. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat proses ekspor, khususnya komoditas batu bara yang menjadi andalan Kaltim.
Dalam peninjauan tersebut, tim juga melihat langsung aktivitas operasional di lapangan, mulai dari proses bongkar muat hingga pengawasan barang ekspor. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan optimal dan sesuai standar.
Ke depan, kawasan pabean terapung di Muara Berau diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Tidak hanya melalui efisiensi layanan, tetapi juga dalam meningkatkan daya saing ekspor daerah di tingkat nasional maupun global. (s/rd)
Editor : Romdani.