KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan harga tiket pesawat tidak serta-merta menurunkan jumlah penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda. Bahkan, pergerakan penumpang dan penerbangan masih terbilang stabil. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Tata Usaha Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda, Zaldi Ardian, menyebut kondisi di lapangan relatif tidak berubah signifikan. “Berdasarkan data yang ada dari sebelum diterbitkan dan setelah diterbitkannya PM 38 Tahun 2026, di Bandar Udara APT Pranoto relatif tidak ada penurunan atau perubahan yang signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, dari dua indikator utama yakni frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang, keduanya masih berada pada kondisi normal. “Masih bisa dibilang flat atau datar dari sisi pergerakan pesawat dan jumlah penumpang,” lanjutnya. Meski demikian, dia tidak menampik adanya penyesuaian harga tiket di pasaran. Salah satunya terlihat pada rute Samarinda-Jakarta. “Kalau biasa kita Jakarta itu ada di harga sekitar Rp 1,4-1,5 juta sekarang mungkin ada di sekitaran rata-rata Rp1,6 atau 1,7 juta," jelasnya.
Namun, dia mengingatkan masyarakat untuk lebih jeli dalam melihat harga tiket. Sebab, tidak semua harga yang terlihat merupakan penerbangan langsung. “Apakah tiket yang kita buka dari platform-platform tadi itu tiket-tiket direct atau jangan-jangan di situ ada satu stop tiket transit,” katanya.
Selain itu, kondisi di Bandara APT Pranoto juga dipengaruhi oleh dinamika di bandara lain, seperti Balikpapan. Ketika terjadi gangguan operasional di sana, penumpang bisa beralih ke Samarinda. Zaldi menyebut, tidak menutup memang ada demand yang misalnya mau menuju ke Kaltim ketika flight tidak ada di Balikpapan, kemungkinan penumpang akan mencari tiket tujuan Samarinda. Dari sisi pengelola bandara, langkah yang diambil adalah menjaga kualitas layanan agar minat masyarakat tetap terjaga. “Langkah yang bisa kami lakukan adalah menjaga performa fasilitas dan pelayanan di Bandar Udara APT Pranoto tetap terjaga,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki