Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Lagi Barang Mewah, DPRD Kaltim Sebut Tiket Pesawat Sudah Jadi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:19 WIB
KEBUTUHAN: Keterbatasan infrastruktur transportasi membuat masyarakat Kaltim tak memiliki banyak pilihan.
KEBUTUHAN: Keterbatasan infrastruktur transportasi membuat masyarakat Kaltim tak memiliki banyak pilihan.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan harga tiket pesawat dinilai bukan sekadar persoalan tarif, tetapi sudah menyentuh aspek keadilan akses bagi masyarakat di Kalimantan Timur. Disebutkan Anggota Komisi III DPRD Kaltim Subandi, keluhan masyarakat terus berdatangan. Terutama dari kelompok menengah ke bawah yang kini sangat bergantung pada transportasi udara. “Dengan naiknya tarif itu, banyak sekali keluhan-keluhan masyarakat terkhusus masyarakat-masyarakat yang ekonomi menengah ke bawah,” ujarnya.

Dia menegaskan, pesawat kini bukan lagi barang mewah. Bahkan pekerja hingga pelaku usaha kecil pun bergantung pada moda tersebut. Pandangan serupa disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT), Damingun, dia menilai transportasi udara di Kaltim sudah menjadi kebutuhan mendasar. “Tiket itu bukan lagi masalah pilihan lagi. Tetapi masalah kebutuhan,” tegasnya.

Baca Juga: Tiket Jakarta-Samarinda Tembus Rp 1,7 Juta, Mengapa Penumpang APT Pranoto Tak Menurun

Menurutnya, mahalnya tiket akan berdampak luas. Tidak hanya pada mobilitas, tetapi juga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Dia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur transportasi lain di Kaltim yang membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan. “Konektivitas darat lautnya masih lemah,” jelasnya.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan. Masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi tetap bisa bepergian, sementara yang lain terhambat. Dampaknya tidak hanya ekonomi, tetapi juga akses pendidikan dan layanan publik. “Masalah akses pendidikan juga akan terganggu,” katanya. Oleh sebab itu, keduanya sepakat bahwa pemerintah harus hadir memastikan keadilan akses tetap terjaga di tengah kenaikan tarif. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#harga tiket pesawat 2026 #tiket pesawat #Bandara APT Pranoto Samarinda #dprd kaltim