SAMARINDA-Pemkot Samarinda menorehkan capaian dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan di Balikpapan, Selasa (5/5). Samarinda meraih juara I pengendalian inflasi dan juara I creative financing. Namun di balik penghargaan itu, pemerintah kota tetap mendapat catatan dari pusat terkait rendahnya realisasi pendapatan dan belanja daerah.
Sorotan itu disampaikan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni saat menjadi narasumber FGD di Arutala Bapperida Samarinda, Kamis (7/5). Samarinda disebut masuk tiga terbawah nasional untuk realisasi pendapatan daerah dan lima terbawah realisasi belanja. “Materi ini sangat penting untuk terus disegarkan agar seluruh pimpinan OPD mengetahui posisi kita hari ini dan memahami paradigma baru pengelolaan keuangan daerah,” ujar Wali Kota Samarinda Andi Harun, Kamis (7/5).
Baca Juga: Kasus Siswa SMK Meninggal Jadi Atensi Mensos, Wali Kota Samarinda: Kepala Sekolah Jangan Diam
Andi Harun menjelaskan, pemerintah pusat kini membuka peluang pembiayaan program daerah melalui dana sektoral kementerian di luar transfer ke daerah. Nilainya mencapai sekitar Rp 1.300 triliun dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan. “Di luar dana transfer daerah, ternyata ada banyak kegiatan daerah yang bisa dibiayai kementerian. Hampir semua kementerian punya ruang itu,” jelasnya.
Dia mencontohkan pembiayaan infrastruktur jalan dan jembatan melalui Kementerian PU, rehabilitasi rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat, hingga rehabilitasi sekolah dan pengadaan alat kesehatan. Salah satu yang sudah dirasakan Samarinda yakni bantuan alat kesehatan canggih di RSUD IA Moeis tanpa menggunakan APBD. “Terpenting manfaatnya dirasakan masyarakat, walaupun pelaksananya kementerian,” tegasnya.
Selain dana sektoral, Pemkot Samarinda juga mulai memperkuat skema pembiayaan alternatif seperti CSR, BAZNAS, obligasi daerah, hingga kerja sama pemerintah dengan badan usaha. “Kita tidak boleh berhenti membangun dan melakukan inovasi pelayanan publik meskipun situasi fiskal sedang sulit,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki