Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Antrean Solar Subsidi di Balikpapan Mulai Terurai setelah Demo, Sopir Truk Masih Tagih SPBU 24 Jam dan Kuota 200 Liter

Muhammad Ridhuan • Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB
Antrean truk yang mengular di SPBU Kilometer 15, Balikpapan karena mengantre solar. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)
Antrean truk yang mengular di SPBU Kilometer 15, Balikpapan karena mengantre solar. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)

KALTIMPOST.ID-Di sebuah warung kecil di pinggir Jalan Akses Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau, Balikpapan Utara, tujuh orang tengah duduk.

Masing-masing menggenggam handphone sambil ditemani kopi di gelas plastik putih. Selain pemilik warung, mereka adalah para sopir truk yang sedang menunggu antrean bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kilometer 13. 

Jumat (8/5) sore itu, ketika awak Kaltim Post menghampiri, mereka bercerita, kondisi antrean sudah lebih baik pasca aksi sopir truk dan mahasiswa pada 4 Mei lalu di depan gedung DPRD Balikpapan.

“Hari pertama pas demo itu, SPBU langsung dibuka sampai jam 3 pagi. Antrean langsung berkurang drastis,” ucap Elfandry, sopir truk trailer.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: IKIP PGRI Ungkap Jumah Guru ASN di Kaltim Kurang, Imbas Efisiensi Anggaran, Kualitas Pendidikan di Tingkat Sekolah Teranca

Menurutnya, meski kondisinya lebih baik, namun belum maksimal. Karena sesuai tuntutan saat aksi, SPBU yang melayani bio solar alias solar subsidi bisa dibuka 24 jam.

Sementara kenyataannya, SPBU hanya bisa melayani maksimal hingga pukul 1 dini hari. Selain itu terkait kuota yang diperoleh untuk masing-masing kendaraan juga tidak ada perubahan.

“Jadi hari pertama itu saja SPBU buka sampai jam 3 pagi. Selebihnya buka hanya sampai jam 12-1 malam. Lalu kuota solar hanya dapat 120 liter sekali mengisi dalam sehari. Sementara di kartu itu jatahnya 200 liter. Makanya saya katakan belum maksimal,” jelas Elfandry.

Ditambahkan sopir truk trailer lainnya, Saefuddin mengakui jika jatah 120 liter per hari bagi kendaraan mereka tidak cukup untuk melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: PLN UID Kaltimra dan Awak Media di Balikpapan Perkuat Silaturahmi lewat Sparing Badminton Bersama GM M Chaliq Fadli

Para sopir menyebut, pekerjaan mereka yang harus mengantar muatan hingga ke Bontang dan Sangatta. 

Sehingga mau tidak mau para sopir harus kembali mengantre di SPBU pada esok harinya untuk mengisi BBM. “Ke Bontang atau Sangatta itu kami perlu solar 350 liter. Jadi kalau mau jalan, kami harus antre dulu 3 hari biar cukup BBM-nya,” sebutnya.

Meski begitu, diakui para sopir kondisi antrean memang jauh lebih baik. Jika sebelum aksi, para sopir baru mendapatkan jatah kuota mereka setelah 3 hari mengantre, kini cukup sehari mengantre.

“Yang jelas tuntutan SPBU 24 jam belum dipenuhi dan kami masih menagih sisa ke mana 80 liter jatah yang sesuai sama barcode (kartu solar),” ungkap para sopir. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #bahan bakar minyak (bbm) #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #SPBU 24 jam Balikpapan #Kutai Barat