Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

LAPORAN KHUSUS: SPBU KM 13 Balikpapan Klaim Antrean Solar Subsidi Mulai Terurai usai Kuota Ditambah, Sopir Masih Keluhkan SPBU Belum 24 Jam

Muhammad Ridhuan • Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB
Truk mengantre solar bersubsidi di SPBU Kilometer 15, Balikpapan.
Truk mengantre solar bersubsidi di SPBU Kilometer 15, Balikpapan.

KALTIMPOST.ID-Awak Kaltim Post sebelumnya juga mendatangi SPBU Kilometer 13. Pihak SPBU mengklaim, kondisi antrean sudah jauh lebih terkendali dibanding sebelum aksi demonstrasi.

Pengawas SPBU Kilometer 13, Sandy menyebut, penambahan kuota bio solar dari Pertamina menjadi salah satu faktor utama yang membuat antrean mulai terurai.

“Antrean sudah terurai. Di sini maupun di Kilo 14 jatahnya sudah ditambah,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post.

Menurut Sandy, sebelum polemik antrean panjang mencuat, SPBU KM 13 hanya menerima kuota sekitar 40 kiloliter (KL) per hari.
Namun pascaaksi sopir truk, kuota tersebut kini meningkat menjadi 64 KL per hari. “Dari sebelumnya 40 KL, sekarang jadi 64 KL,” katanya.

Baca Juga: PLN UID Kaltimra dan Awak Media di Balikpapan Perkuat Silaturahmi lewat Sparing Badminton Bersama GM M Chaliq Fadli

Meski begitu, dia menegaskan penyaluran BBM subsidi tetap dibatasi sesuai kuota harian yang ditetapkan Pertamina. SPBU disebut tidak bisa menyalurkan lebih dari volume yang diterima setiap hari.

“Misalnya kami menerima sekian ton per hari, ya itu saja yang bisa dijual. Kecuali kalau Pertamina menambah lagi kuotanya,” jelasnya.

Terkait tuntutan sopir agar SPBU beroperasi selama 24 jam, Sandy menyebut pihaknya pada prinsipnya siap menjalankan instruksi tersebut.

Namun operasional penuh tetap bergantung pada ketersediaan stok dan distribusi mobil tangki dari depot Pertamina.

“Kalau SPBU bisa tetap buka 24 jam atau sampai kuota 64 KL habis disalurkan dan sesuai dengan anjuran dari Pertamina,” ucapnya.

Dia menjelaskan, kendala distribusi juga dapat dipengaruhi faktor teknis di lapangan. Mulai keterlambatan armada pengangkut BBM hingga gangguan jaringan saat proses transaksi pengisian berlangsung. “Kalau ada gangguan jaringan, otomatis penjualan juga ikut terhambat,” imbuhnya.

Sandy menanggapi sorotan terkait banyaknya truk perusahaan yang ikut mengantre solar subsidi.

Menurut dia, pihak SPBU tidak memiliki kewenangan menolak kendaraan yang sudah terdaftar dan lolos verifikasi sistem subsidi pemerintah.

“Kalau kendaraan itu punya barcode, STNK lengkap, dan sesuai prosedur, kami tidak bisa menolak. Semua sudah diverifikasi sistem,” tegasnya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: IKIP PGRI Ungkap Jumah Guru ASN di Kaltim Kurang, Imbas Efisiensi Anggaran, Kualitas Pendidikan di Tingkat Sekolah Teranca

Dia menyebut, penyaluran BBM subsidi sepenuhnya mengacu pada data barcode dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah melalui sistem MyPertamina.

Karena itu, pihak SPBU hanya menjalankan proses penyaluran sesuai aturan yang berlaku. “Kalau memang barcode-nya disetujui, berarti kendaraan itu berhak mendapatkan BBM subsidi,” ujarnya.

Menurutnya, panjangnya antrean juga dipicu minimnya jumlah SPBU di Balikpapan yang melayani Bio Solar subsidi. Saat ini, hanya SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15 yang menjadi titik utama pengisian bagi kendaraan logistik dan angkutan berat.

“Kalau misalnya ada lebih banyak SPBU yang melayani solar subsidi, antrean pasti bisa terbagi,” katanya.

Di SPBU Kilometer 13 sendiri, terdapat empat dispenser khusus pengisian solar. Sebelum polemik antrean mencuat, operasional SPBU hanya berlangsung selama 12 jam, mulai pukul 07.00 hingga 19.00 Wita.

Namun belakangan jam operasional diperpanjang menyesuaikan kondisi antrean dan stok BBM yang tersedia.

“Bergantung penerimaan BBM juga. Kalau stok masih ada ya kita lanjut melayani,” ucapnya.

Lantas bagaimana dengan kuota 200 liter yang dipertanyakan para sopir? Sandy mengungkapkan untuk di Barcode memang tertulis kapasitas maksimal yang diterima mencapai 200 liter.

“Tapi di kartu Brizzi-nya hanya terdapat 120 liter kuota yang diterima. Jadi pengisian maksimal per hari hanya 120 liter mengikuti aturan yang ada,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#antrean solar balikpapan #penajam paser utara #bahan bakar minyak (bbm) #ibu kota nusantara #Kutai Barat