KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Situasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, disebut memberikan instruksi kepada militer untuk melanjutkan operasi menghadapi musuh-musuh Iran, termasuk Amerika Serikat dan Israel.
Media pemerintah Iran melaporkan, arahan tersebut disampaikan saat pertemuan Mojtaba dengan jajaran komando angkatan bersenjata Iran. Dalam pertemuan itu, pihak militer menyatakan telah menyiapkan berbagai strategi guna menghadapi kemungkinan eskalasi serangan dari pihak luar.
Komandan Markas Besar Khatam Al Anbiya, Ali Abdullahi, disebut turut hadir dan melaporkan kesiapan pasukan Iran dalam menghadapi ancaman yang berkembang di kawasan.
Dalam laporan media resmi Iran, Mojtaba Khamenei juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan militer serta meminta operasi pertahanan dan langkah strategis terus dilanjutkan. Namun tidak dijelaskan secara rinci bentuk operasi yang dimaksud.
Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2026, Mojtaba diketahui jarang tampil di depan publik. Pernyataan resminya selama ini lebih banyak disampaikan melalui media pemerintah Iran.
Di sisi lain, ketegangan regional semakin meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim berhasil mencegat dua drone yang disebut berasal dari Iran pada Minggu (10/5/2026).
Informasi tersebut diumumkan Kementerian Pertahanan UEA di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Baca Juga: Mutasi Terbaru TNI AD, AL, AU: Ini Nama-Nama Perwira Tinggi yang Naik Jabatan
Perkembangan terbaru ini memunculkan kekhawatiran meluasnya dampak perang di Timur Tengah, terutama setelah hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali memburuk dalam beberapa pekan terakhir.
Editor : Uways Alqadrie