Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Impor Migas Kaltim Naik Dua Kali Lipat dalam Sebulan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB
IMPOR: Lonjakan impor migas Kaltim berasal dari minyak mentah, nilainya naik lebih dari dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.
IMPOR: Lonjakan impor migas Kaltim berasal dari minyak mentah, nilainya naik lebih dari dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan impor migas mendorong nilai impor Kalimantan Timur melonjak tajam pada Maret 2026. Kenaikan terbesar berasal dari impor minyak mentah yang nilainya melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Nilai impor Kaltim pada Maret 2026 mencapai USD631,68 juta. Nilai tersebut naik 81,81 persen dibanding Februari 2026 yakni USD347,44 juta. Diterangkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai, kenaikan impor terutama dipicu tingginya impor sektor migas. “Peningkatan nilai impor disebabkan karena naiknya nilai impor migas 113,94 persen, meskipun nilai impor nonmigas turun 17,06 persen,” paparnya.

Nilai impor migas pada Maret 2026 yaitu USD561,01 juta atau mendominasi sekitar 88 persen total impor Kaltim. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding Februari 2026 yang berada di level USD262,23 juta. Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas minyak mentah. Pada Maret 2026, nilai impor minyak mentah mencapai USD459,08 juta, melonjak dari USD162,23 juta pada Februari 2026.

Baca Juga: Kredit Melawan Rentenir di Kaltim Terus Tumbuh, Kukar dan Samarinda Salurkan Puluhan Miliar

Selain minyak mentah, impor hasil minyak juga mengalami kenaikan menjadi USD101,93 juta dari sebelumnya USD74,24 juta. Sementara impor gas alam justru tidak tercatat pada Maret 2026 setelah pada Februari masih berada di angka USD25,76 juta. “Jika dilihat lebih rinci, peningkatan nilai impor migas terjadi pada komoditas minyak mentah dan hasil minyak,” katanya. BPS mencatat impor minyak mentah mengalami kenaikan 182,98 persen secara bulanan. Sedangkan impor hasil minyak tumbuh 37,30 persen dibanding Februari 2026.

Di sisi lain, impor nonmigas mengalami perlambatan. Nilainya turun semula USD85,21 juta pada Februari 2026 menjadi USD70,67 juta pada Maret 2026 atau terkontraksi 17,06 persen. Secara tahunan, impor Kaltim juga menunjukkan pertumbuhan tinggi. Dibanding Maret 2025, nilai impor naik 68,88 persen dari USD374,03 juta menjadi USD631,68 juta.

Kenaikan tersebut terutama ditopang peningkatan impor migas yang tumbuh 86,69 persen secara tahunan. Bahkan impor minyak mentah melonjak 146,59 persen dibanding Maret tahun lalu. Sementara itu, impor nonmigas secara tahunan justru turun 3,89 persen.

Hal tersebut menunjukkan aktivitas impor Kaltim pada Maret 2026 masih sangat didominasi kebutuhan sektor energi dan pengolahan migas. Secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, total impor Kaltim yaitu USD1,616 miliar atau meningkat 30,76 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Nilai impor pada Maret 2026 tercatat USD631,68 juta,” tutup Mas’ud. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#impor migas kaltim #Ekonomi Kaltim