KALTIMPOST.ID, SAMARINDA--Pemerintah pusat mulai menggarap pembangunan ruas jalan penghubung Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), tepatnya di jalur Tering–Ujoh Bilang. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital masyarakat perbatasan itu kini masuk tahap peningkatan besar-besaran.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melaporkan, proyek pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7 tengah dipercepat. Ruas ini diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas warga yang selama ini kerap terkendala kondisi jalan tanah, terutama saat musim hujan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 1 Provinsi Kaltim, Femy Arizona mengatakan, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 149 miliar untuk proyek tersebut. Dana itu berasal dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). “Targetnya pengerhaan rampung akhir tahun 2027. Struktur jalan yang digunakan adalah flexible pavement atau aspal, jadi nantinya akses dari Kubar menuju Mahulu maupun sebaliknya bisa lebih lancar,” kata Femy, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Akses Kubar–Mahulu Mulus, Dinas PUPR Kaltim Cor Beton 7 Kilometer Jalur Tering–Ujoh Bilang
Paket pekerjaan ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 8,875 kilometer. Selain pengaspalan, proyek juga difokuskan pada rekonstruksi empat jembatan yang selama ini menjadi titik krusial di jalur tersebut. Empat jembatan yang sebelumnya menggunakan konstruksi Bailey akan diganti dengan struktur girder komposit yang dinilai lebih permanen dan kuat.
Adapun jembatan yang masuk dalam paket pekerjaan meliputi Jembatan Sungai Bengeh sepanjang 26 meter, Sungai Kavat Nyurak Rau 16 meter, Sungai Kavat 26 meter, dan Sungai Kavat Tening sepanjang 30 meter. "Untuk saat ini, dua dari empat jembatan sudah masuk tahap pembangunan abutment dan selanjutnya akan dilanjutkan ke erection jembatan,” ujarnya.
Di tengah proses pembangunan, BBPJN Kaltim memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Kontraktor disebut telah menyiapkan jalur dan jembatan sementara agar kendaraan masih bisa melintas selama proyek berlangsung. "Di lapangan ada tim kami standbay yang mantau langsung lalu lintas. Termasuk rambu-rambu sudah dipasang, dibagian titik yang rawan," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki