KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Upaya menghentikan konflik besar di Timur Tengah kembali memasuki babak baru. Pakistan dikabarkan telah menyerahkan proposal revisi dari Iran kepada Amerika Serikat sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri perang yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Informasi itu disampaikan sumber pemerintah Pakistan kepada Reuters, Senin (18/5). Menurut sumber tersebut, waktu untuk mencapai kesepakatan damai semakin sempit karena masing-masing pihak disebut terus mengubah tuntutan dalam proses negosiasi.
Baca Juga: Kronologi AKP Bonar Ditangkap Polda Kaltim, Kasat Narkoba Kukar Diduga Pesan 100 Etomidate
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membenarkan bahwa pandangan terbaru Teheran sudah diteruskan kepada pemerintah AS melalui Pakistan. Namun, ia tidak mengungkap detail isi proposal tersebut.
Situasi di kawasan masih belum stabil meski gencatan senjata sementara mulai diberlakukan usai perang selama enam pekan yang dipicu serangan udara gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyebut kondisi gencatan senjata saat ini masih sangat rapuh.
Dalam pembicaraan tersebut, Washington dilaporkan meminta Iran menghentikan program nuklir serta membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.
Di sisi lain, Iran mengajukan sejumlah syarat balasan. Teheran meminta kompensasi atas kerusakan akibat perang, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Baca Juga: Komnas Perempuan Tolak Hukuman Kebiri untuk Kiai Pencabul 50 Santriwati, Warganet Bereaksi Keras
Termasuk penghentian konflik di berbagai wilayah termasuk Lebanon yang kini masih menjadi arena pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Sumber Pakistan menyebut negosiasi masih berlangsung alot karena kedua kubu terus mengubah posisi tawar mereka. Meski demikian, jalur diplomasi dinilai masih menjadi satu-satunya cara untuk mencegah perang meluas ke kawasan lain di Timur Tengah.
Editor : Uways Alqadrie