Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menteri Israel Unggah Video Aktivis Flotilla Dipaksa Berlutut dan Tangan Terikat

Uways Alqadrie • Kamis, 21 Mei 2026 | 05:52 WIB
Sebanyak 430 relawan internasional dalam misi Global Sumud Flotilla dilaporkan telah diamankan aparat Israel dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel selatan, pada Rabu (20/5). (Foto: Dokumentasi Global Sumud Flotilla)
Sebanyak 430 relawan internasional dalam misi Global Sumud Flotilla dilaporkan telah diamankan aparat Israel dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel selatan, pada Rabu (20/5). (Foto: Dokumentasi Global Sumud Flotilla)

KALTIMPOST.ID, TEL AVIV – Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video penanganan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan pasukan Israel usai pencegatan kapal bantuan menuju Gaza.

Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, terlihat sejumlah relawan diperlakukan kasar oleh aparat Israel. Seorang perempuan tampak dijambak petugas, sementara puluhan aktivis lain dipaksa berlutut hingga bersujud dengan tangan terikat di belakang.

Baca Juga: Senat AS Setujui Pembahasan RUU Pembatasan Serangan Militer Trump ke Iran

Ben Gvir bahkan menuliskan kalimat “Selamat datang di Israel” dalam unggahannya sambil terlihat tertawa dan mengibarkan bendera Israel di lokasi penahanan.

Rekaman tersebut langsung memicu gelombang kritik, termasuk dari pejabat internal Israel sendiri. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyebut tindakan Ben Gvir justru mempermalukan negaranya di mata dunia internasional.

Menurut Sa’ar, aksi tersebut merusak upaya diplomatik dan kerja aparat yang selama ini menangani operasi pengamanan flotilla secara profesional.

Kecaman juga datang dari Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Ia meminta seluruh warga negara Italia yang ikut dalam armada kemanusiaan segera dipulangkan dan mendesak Israel menyampaikan permintaan maaf resmi.

Meloni menilai perlakuan terhadap para aktivis melanggar nilai kemanusiaan dan tidak dapat diterima, terlebih sebagian dari mereka merupakan relawan sipil dalam misi bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Sebelumnya, pasukan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional saat menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade Israel.

Baca Juga: Kondisi Terbaru 9 WNI Relawan Gaza usai Ditangkap Israel di Pelabuhan Ashdod

Sebanyak 430 relawan dari berbagai negara kini telah dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel selatan. Di antara mereka terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau kondisi para WNI dan mendesak Israel segera membebaskan seluruh relawan yang ditahan.

Editor : Uways Alqadrie
#9 relawan Indonesia ditangkap Israel #Global Sumud Flotilla #donald trump #as #tentara israel #Israel