Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kesucian Al-Aqsa Dinodai, Pemukim Israel Serang Penjaga, Terobos Pelataran Kubah Emas Dome of the Rock

Ari Arief • Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58 WIB
DISERBU: Kompleks Suci Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, kini dikabarkan diserbu sejumlah ekstremis Israel.(dok)
DISERBU: Kompleks Suci Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, kini dikabarkan diserbu sejumlah ekstremis Israel.(dok)

 

KALTIMPOST.ID,YERUSALEM–Situasi di kompleks suci Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, kembali membara. Sebuah insiden tak biasa dan dinilai sangat provokatif terjadi pada Jumat (22/5) waktu setempat, ketika sekelompok pemukim ekstremis Israel nekat menyerbu masuk hingga mencapai halaman Dome of the Rock (Kubah Shakhrah).

Aksi penerobosan ini memicu kecaman luas lantaran para pemukim sempat melakukan kekerasan fisik dengan menyerang dua penjaga keamanan masjid sebelum merangsek masuk ke dalam area suci umat Islam tersebut.

Otoritas Yerusalem Palestina melalui pernyataan resminya yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (23/5), mengonfirmasi bahwa ada sembilan pemukim Israel yang memaksa masuk. Berbeda dari aksi-aksi sebelumnya, kali ini mereka membawa ritual keagamaan mereka ke dalam kompleks masjid.

“Sembilan pemukim menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa setelah menyerang dua penjaganya. Mereka membawa persembahan roti,” tulis pernyataan resmi Otoritas Yerusalem Palestina, merujuk pada roti ritual untuk perayaan hari raya Yahudi, Shavuot.

Baca Juga: Rambut Putih Tumbuh Dini? Ini 8 Formula Ampuh Cegah Uban di Usia Muda

Secara terpisah, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem diketahui telah merilis detail bahwa kelompok pemukim tersebut menyusup melalui Gerbang Al-Ghawanimah. Selain roti, mereka juga dilaporkan membawa "persembahan tanaman" dan berhasil menginjakkan kaki di pelataran Dome of the Rock—bangunan berkubah emas bersejarah yang menandai titik tolak Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Preseden Paling Berbahaya Sejak 1967

Bagi masyarakat internasional dan otoritas setempat, insiden Jumat lalu bukan sekadar penerobosan biasa. Otoritas Yerusalem Palestina menegaskan, aksi kekerasan dan pembawaan persembahan ritual di dalam Al-Aqsa ini adalah yang kali pertama terjadi dan menjadi noktah hitam paling krusial.

"Ini adalah preseden berbahaya dan yang pertama untuk insiden semacam itu sejak pendudukan Yerusalem pada tahun 1967," sebut perwakilan Otoritas Yerusalem Palestina.

Baca Juga: Kaltim Post Gelar Journalism Boot Camp 2026, Bekali Peserta Skill Jurnalistik dan Media Digital

Pihak otoritas menilai, aksi nekat ini bertepatan dengan gelombang penghasutan yang masif oleh kelompok ekstremis sayap kanan "Bukit Bait Suci" memanfaatkan momentum Shavuot. Tujuannya transparan: mencoba mengubah status quo secara paksa dan menciptakan realitas baru di dalam situs tersuci ketiga bagi umat Muslim sedunia tersebut.

Menabrak Aturan Status Quo

Kompleks Al-Aqsa, yang oleh umat Yahudi diklaim sebagai Temple Mount (Bukit Bait Suci), sejatinya diikat oleh aturan hukum kuno (status quo). Berdasarkan kesepakatan internasional yang berlaku bertahun-tahun, umat non-Muslim—termasuk Yahudi—memang diizinkan berkunjung ke kompleks tersebut, namun secara tegas dilarang keras melakukan ritual keagamaan, berdoa, ataupun membawa simbol peribadatan di sana.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengutuk keras pembiaran yang berujung pada eskalasi berbahaya ini. Penyerangan terhadap pertahanan internal Al-Aqsa (para penjaga masjid) dan masuknya komoditas ritual Yahudi ke pelataran utama dinilai sebagai upaya vulgar untuk memaksakan ibadah Yahudi di tanah suci umat Islam.

Baca Juga: Sembilan Relawan WNI yang Ditangkap Israel Dijadwalkan Tiba di Jakarta Minggu Sore

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Kota Tua Yerusalem dilaporkan masih dilingkupi ketegangan tinggi, dengan pengamanan ketat yang terus dipertahankan di pintu-pintu masuk kompleks Al-Aqsa.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#al-aqsa #Israel #ekstremisme #yerusalem