Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Trump Klaim Damai dengan Iran Segera Final, Redam Ketegangan Global yang Berdampak ke Indonesia

Ari Arief • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:05 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(dok)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(dok)

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Angin segar berembus dari Gedung Putih di tengah tingginya tensi geopolitik global. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan besar untuk mengakhiri perseteruan dengan Iran kini sebagian besar telah dinegosiasikan dan segera memasuki tahap finalisasi.

Pengumuman krusial tersebut disampaikan langsung oleh Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (23/5) waktu setempat. Langkah diplomatik ini digadang-gadang bakal menjadi titik balik penting bagi stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah, sekaligus membawa dampak positif bagi perekonomian dunia.

"Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain," tulis Trump dalam unggahannya, seperti dilansir dari kantor berita Anadolu, Minggu (24/5).

Baca Juga: Identitas Penembak Gedung Putih yang Tewas Terungkap, Pelaku Sempat Ditangkap Tahun Lalu

Trump mengklaim perumusan draf perdamaian ini berjalan mulus. Presiden berusia 79 tahun tersebut mengaku telah membahas rancangan kesepakatan melalui komunikasi yang intens dengan sejumlah pemimpin kunci di Timur Tengah. Bahkan, dalam proses lobi tingkat tinggi ini, Trump menegaskan telah menelepon langsung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menyelaraskan pandangan.

"Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan tersebut saat ini tengah didiskusikan dan akan diumumkan dalam waktu dekat," lanjutnya.

Salah satu poin paling disorot yang menjadi kabar baik bagi sektor maritim dan perdagangan internasional adalah komitmen pemulihan jalur logistik laut global. Trump membocorkan bahwa dalam draf perdamaian tersebut, blokade jalur maritim vital akan segera diakhiri.

"Di samping berbagai elemen lain dalam kesepakatan, Selat Hormuz juga akan dibuka," tegas Trump.

Baca Juga: Geger Penembakan di Dekat Gedung Putih, Donald Trump Diselamatkan Agen Rahasia

Pakistan Jadi Jembatan Rahasia

Di balik layar, mencairnya hubungan Washington dan Teheran ini rupanya tidak lepas dari peran mediator internasional. Kedua negara bentukan tersebut selama ini menggodok usulan kesepakatan melalui perantara Pemerintah Pakistan di Islamabad.

Informasi yang dihimpun, terdapat tiga isu fundamental yang menjadi inti dari meja perundingan maraton tersebut. Jaminan keamanan maritim dengan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal tanker internasional secara aman.

Isu nuklir melalui upaya AS dan sekutunya untuk mengatasi kekhawatiran global atas kelanjutan program nuklir Iran. Pemulihan ekonomi dengan pencabutan sanksi-sanksi ekonomi berat dari AS yang selama ini mencekik dan mengisolasi Iran dari pasar dunia.

Baca Juga: Retak di Kabinet Trump, Direktur Intelijen AS Tulsi Gabbard Mundur di Tengah Rumor Konflik Perang Iran

Jika proses finalisasi ini berjalan tanpa aral melintang, draf ini diproyeksikan menjadi salah satu pencapaian diplomatik terbesar dalam periode kepemimpinan Trump di Gedung Putih, sekaligus memberikan sentimen positif bagi pasar energi global termasuk ke Indonesia.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#damai #indonesia #as #iran