KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan aksi demonstrasi bertajuk Aksi Damai 215 yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalimantan Timur beberapa hari lalu.
Klarifikasi itu disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang menyebut namanya saat aksi berlangsung.
Andi Harun menilai narasi yang berkembang di sejumlah potongan video tidak mencerminkan fakta utuh. Menurutnya, ada upaya menggiring opini publik melalui penyebaran cuplikan tertentu yang dinilai tidak memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.
Baca Juga: Megawati Menangis Usai Tonton Film Pesta Babi, Singgung Sawit dan Kerusakan Hutan
Ia mengaku telah mencermati sejumlah video terkait aksi tersebut. Dari pengamatannya, terdapat indikasi pihak tertentu sengaja memunculkan namanya melalui pertanyaan yang diarahkan kepada peserta demonstrasi.
“Ketika dilihat lebih teliti, muncul kesan ada yang sengaja mengatur situasi agar nama saya disebut dalam aksi,” ujarnya di Samarinda, Sabtu (23/5).
Mantan anggota legislatif Kaltim itu menduga langkah tersebut bertujuan membangun persepsi seolah dirinya memiliki hubungan dengan aksi massa yang ditujukan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Andi Harun menegaskan, hubungan dan komunikasi dengan Gubernur Kaltim tetap berjalan baik, terutama dalam agenda pemerintahan serta pembangunan daerah. Karena itu, ia menolak anggapan adanya ketegangan politik antara dirinya dan orang nomor satu di Kaltim tersebut.
Ia bahkan menilai isu yang berkembang lebih mengarah pada upaya mengadu domba serta menciptakan kegaduhan politik.
“Kalau ada situasi seperti ini, biasanya kita perlu melihat siapa yang paling diuntungkan,” katanya.
Andi Harun memastikan dirinya tidak memiliki kepentingan apa pun dari polemik yang muncul. Ia juga meminta agar aspirasi masyarakat tidak dipelintir menjadi alat serangan politik terhadap individu tertentu.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Jepang di Piala Dunia 2026, Didominasi Bintang Eropa
Menurutnya, selama puluhan tahun berada di dunia politik, dirinya tidak pernah menggunakan cara-cara yang dianggap tidak sehat ataupun tidak fair.
Meski membantah keterlibatan dalam aksi tersebut, Andi Harun tetap menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di ruang publik. Namun ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu kondusivitas daerah.
Ia menegaskan stabilitas dan persatuan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan serta menjaga pembangunan di Kalimantan Timur tetap berjalan.
Editor : Uways Alqadrie