Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proposal Damai Iran dan AS Beredar, Pasukan Amerika dari Teluk Akan Ditarik?

Uways Alqadrie • Kamis, 28 Mei 2026 | 06:58 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Sinyal meredanya konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai menguat. Sejumlah media Iran melaporkan adanya rancangan awal kesepakatan damai yang membuka peluang berakhirnya ketegangan di kawasan Teluk.

Termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz serta penarikan militer AS dari sekitar wilayah Iran.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan kantor berita Iran, Mizan, yang mengungkap detail proposal perdamaian berlapis antara kedua negara.

Baca Juga: Marc Marquez Dipastikan Comeback di MotoGP Italia 2026 usai Cedera Panjang

Dalam rancangan itu, Washington disebut siap menarik kekuatan militernya dari lingkungan strategis di sekitar Iran, meski teknis penarikan pasukan—baik yang berada di pangkalan regional maupun armada di kawasan Teluk—masih membutuhkan pembahasan lanjutan.

Laporan itu juga menyebut proses negosiasi diberi tenggat waktu hingga 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.

Bila berhasil disepakati kedua pihak, dokumen damai tersebut direncanakan mendapat pengesahan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang bersifat mengikat.

Televisi pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima draf awal tidak resmi berupa kerangka nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.

Dokumen itu menjadi pijakan awal bagi upaya mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketegangan politik dan militer di kawasan Timur Tengah.

Salah satu poin paling krusial dalam pembahasan tersebut ialah status Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia itu disebut akan kembali dibuka jika kesepakatan damai benar-benar terealisasi.

Baca Juga: Pimpinan Ponpes di Pekalongan Diduga Lecehkan 25 Santriwati yang Ngaku Hamil Tanpa Hubungan Badan, Aksi Disebut Terjadi Sejak 2008

Selama konflik memanas, Selat Hormuz menjadi perhatian internasional karena ancaman gangguan distribusi energi global.

Penutupan atau pembatasan akses di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan memperbesar ketidakstabilan ekonomi dunia.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Washington terkait isi proposal tersebut, kemunculan rancangan damai ini memunculkan harapan baru bahwa konfrontasi Iran-AS dapat mereda setelah periode ketegangan yang panjang. (*)

Editor : Uways Alqadrie
#selat hormuz #donald trump #as #presiden donald trump #iran #perang Iran Amerika Serikat