Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: PLTA Batoq Kelo 300 MW di Mahulu Dinilai Mampu Ubah Wajah Ekonomi Daerah dan Dorong Investasi Baru

Muhammad Ridhuan • Minggu, 31 Mei 2026 | 10:14 WIB
Aji Sofyan Effendi.
Aji Sofyan Effendi.

KALTIMPOST.ID-Di balik kapasitas 300 Megawatt (MW) yang akan dihasilkan PLTA Batoq Kelo, terdapat harapan lain yang tak kalah besar bagi Kaltim khususnya Mahulu.

Bukan sekadar tambahan pasokan listrik, tetapi peluang untuk mengubah aktivitas ekonomi masyarakat di salah satu kabupaten terluar Kaltim tersebut.

Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Aji Sofyan Effendi menilai persoalan listrik selama ini menjadi salah satu hambatan utama pembangunan ekonomi Mahulu.

Kondisi geografis yang luas, jumlah penduduk yang relatif sedikit, serta jarak antarkawasan yang berjauhan membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak semudah di daerah lain.

“Salah satu persoalan besar Mahulu sejak lama memang listrik. Dulu bahkan masih ada wilayah yang hanya menikmati listrik pada jam-jam tertentu. Itu tentu menjadi kendala bagi aktivitas masyarakat maupun ekonomi,” ujarnya.

Menurut Aji, keterbatasan akses listrik selama ini tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga memengaruhi pelayanan publik, aktivitas usaha, hingga pengembangan investasi di daerah.

Karena itu, pembangunan PLTA Batoq Kelo dinilai bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat pasokan energi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Letkol Inf Muhammad Faisal Idris Resmi Jabat Dandim 0902/Berau Gantikan Kolonel Wirahady

Namun, manfaat ekonominya baru akan terasa apabila listrik yang dihasilkan benar-benar dapat menjangkau masyarakat dan dunia usaha dengan biaya yang terjangkau.

“Yang penting bukan hanya pembangkitnya berdiri, tetapi bagaimana listriknya bisa dinikmati masyarakat dengan harga yang terjangkau. Kalau biaya listrik masih tinggi, dampaknya terhadap ekonomi juga tidak akan maksimal,” katanya.

Aji menjelaskan, listrik merupakan salah satu faktor produksi yang menentukan perkembangan usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan pasokan energi yang lebih stabil, pelaku usaha memiliki peluang meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas skala usahanya.

“Energi listrik itu seperti darah dalam tubuh manusia. Kalau pasokannya terbatas, aktivitas ekonomi juga ikut terbatas. Ketika listrik tersedia dan terjangkau, usaha-usaha masyarakat akan lebih mudah berkembang,” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul itu.

Ia memperkirakan dampak ekonomi yang muncul tidak hanya berasal dari operasional pembangkit, tetapi juga dari aktivitas ekonomi turunan yang mengikuti peningkatan pasokan listrik.

Mulai tumbuhnya UMKM, bertambahnya toko dan jasa, hingga peluang masuknya investasi baru ke Mahulu.

Baca Juga: Jelang Iduladha, Pengawasan Distribusi BBM di Berau Diperketat, Pertamina Pastikan Stok Aman

Ketika aktivitas ekonomi meningkat, kebutuhan tenaga kerja juga akan bertambah. Kondisi itu berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kalau usaha berkembang, produksi meningkat, maka kebutuhan tenaga kerja juga bertambah. Pada akhirnya pendapatan masyarakat naik dan daya beli ikut meningkat,” jelasnya.

Meski demikian, Aji mengingatkan bahwa pembangunan PLTA tidak otomatis menghadirkan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah tetap harus memastikan tersedianya infrastruktur pendukung, akses distribusi, serta kebijakan yang mampu mendorong investasi dan aktivitas usaha.

Menurutnya, pembangunan pembangkit harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang lebih besar.

Listrik menjadi fondasi, tetapi pertumbuhan ekonomi membutuhkan dukungan sektor lain agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“PLTA ini bisa menjadi pemicu. Tetapi setelah listrik tersedia, tantangannya adalah bagaimana menciptakan aktivitas ekonomi yang mampu memanfaatkan energi tersebut. Kalau itu berhasil dilakukan, dampaknya bisa sangat besar bagi Mahulu,” ujarnya. (rd)

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #Universitas Mulawarman #energi baru dan terbarukan (EBT) #Mahakam Ulu #Kutai Barat