Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

"Teror Longsor" Bisa Ancam Terowongan Samarinda, Pemkot Segera Uji Kelayakan

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 1 Juni 2026 | 05:58 WIB
TUNGGU UJI: Terowongan Samarinda menunggu proses uji keselamatan dan penilaian laik fungsi sebelum resmi dibuka untuk masyarakat. (Hafiz/KP)
TUNGGU UJI: Terowongan Samarinda menunggu proses uji keselamatan dan penilaian laik fungsi sebelum resmi dibuka untuk masyarakat. (Hafiz/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Setelah konstruksi fisik rampung, Terowongan Samarinda sebentar lagi memasuki tahap krusial sebelum resmi difungsikan.

Proyek strategis senilai hampir Rp 400 miliar tersebut tengah menunggu proses uji keselamatan (komisioning) dan penilaian laik fungsi dari Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK) Kementerian PUPR, dengan melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang pengujian terowongan.

Baca Juga: 30 Ucapan Hari Lahir Pancasila 2026: Lengkap dengan Tema dan Logo, Bangkitkan Nilai Luhur Pancasila

Panjang terowongan yang mencapai sekitar 700 meter tersebut telah selesai dibangun. Saat ini Pemkot Samarinda melalui tim teknis tengah mempersiapkan proses pengujian sebagai syarat penerbitan izin laik fungsi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda Rezky Samudra Aprilyan mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengajukan proposal pengujian kepada lembaga swasta. Namun BKJTK menyarankan agar proses pengujian dilakukan perguruan tinggi negeri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang keselamatan terowongan.

"Awalnya proposal pengujian sudah kami submit ke pihak swasta. Namun setelah rapat bersama BKJTK, disarankan agar pengujian dilakukan perguruan tinggi negeri yang memiliki pengalaman melakukan pengujian terowongan," ujarnya, Minggu (31/5).

Baca Juga: Jelang SPMB di Samarinda Wajib Gunakan Aplikasi IKD, Barcode KK Tak Bisa Lagi Diakali

Rezky menjelaskan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga perguruan tinggi ternama di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari ketiga kampus tersebut, UGM dinilai paling berpengalaman karena pernah melakukan pengujian keselamatan pada Terowongan Ijo jalur kereta api.

"Kami sudah berdiskusi dengan UI, ITB, dan UGM. Sementara yang memiliki pengalaman melakukan pengujian terowongan secara langsung adalah UGM. Karena itu saat ini kami masih menunggu proposal dari masing-masing kampus," jelasnya.

Menurut Rezky, proposal tersebut nantinya akan memuat metode pengujian, titik pemasangan sensor, hingga parameter teknis yang akan digunakan untuk menilai kelayakan operasional terowongan.

Baca Juga: Jual Miras di “Jantung Kota” Samarinda, Satpol PP Sita 282 Botol dan Jarum Suntik, Ini yang Dilakukan Petugas

Ia menegaskan seluruh kondisi proyek, termasuk kejadian longsoran lereng di sekitar kawasan terowongan, telah disampaikan secara terbuka kepada tim ahli BKJTK. Menurutnya, tidak ada informasi yang ditutupi dalam proses evaluasi teknis tersebut.

"Semua kondisi sudah kami sampaikan apa adanya, termasuk kejadian longsoran yang pernah terjadi. Kami juga sudah memaparkan perhitungan desain struktur yang mampu mengantisipasi pergeseran tanah," terangnya.

Saat ini, lanjut Rezky, pemerintah masih menunggu kesiapan salah satu perguruan tinggi untuk melaksanakan komisioning. Setelah proses pengujian selesai dan hasilnya dinyatakan memenuhi standar keselamatan, terowongan baru dapat memperoleh izin laik fungsi dan dibuka untuk masyarakat.

Baca Juga: 20 Poster Hari Lahir Pancasila 2026 Gratis Download, dengan Desain Terbaru dan Keren, Siap Unduh untuk Rayakan Momen di 1 Juni

“Sekarang kami masih menyusun kembali proposal pengujian bersama kampus-kampus tersebut. Yang kami tunggu adalah kesiapan tim penguji agar proses komisioning bisa segera dilaksanakan," tegasnya.

Sementara itu, Terowongan Samarinda beberapa kali terjadi longsoran di sisi inler.t. Namun, beberapa kali juga pemkot menegaskan kondisi struktur utama terowongan aman. (*)

Editor : Dwi Restu A
#uji kelayakan #Terowongan Samarinda #teror #longsor