KALTIMPOST.ID-Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyambut positif pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Megawatt (MW) di Mahakam Ulu (Mahulu).
Proyek energi baru terbarukan (EBT) tersebut dinilai bisa memperkuat ekosistem energi hijau di Kalimantan sekaligus mendukung kebutuhan listrik IKN pada masa mendatang.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw mengatakan, keberadaan PLTA Batoq Kelo diharapkan mampu meningkatkan porsi energi bersih dalam sistem kelistrikan Kaltim.
Dengan masuknya tambahan pasokan listrik berbasis EBT ke jaringan interkoneksi Kalimantan, transisi menuju sistem energi rendah karbon akan semakin kuat.
“Keberadaan PLTA Batoq Kelo nantinya diharapkan bisa berkontribusi dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan pada sistem kelistrikan regional Kaltim,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kaltim Post, Sabtu (30/5) malam.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Nyamuk DBD, Dosen Poltekkes Kemenkes Kaltim Sosialisasi di MTs 1 Balikpapan
Menurutnya, peningkatan bauran energi bersih tersebut juga akan mendukung penyediaan listrik menuju kawasan IKN melalui jaringan kelistrikan yang telah terhubung.
Salah satunya melalui konektivitas Gardu Induk Kariangau menuju GIS-4 IKN yang menjadi bagian dari sistem penyaluran listrik ke kawasan ibu kota baru.
Ia menegaskan, pengembangan energi bersih menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan. Karena itu, setiap penambahan kapasitas pembangkit EBT di Kalimantan memiliki nilai strategis dalam mendukung visi pembangunan ibu kota negara.
“Peningkatan porsi energi bersih secara bertahap akan turut mendukung penyediaan pasokan listrik menuju IKN melalui jaringan kelistrikan eksisting,” katanya.
Troy menambahkan, pembangunan PLTA Batoq Kelo juga sejalan dengan arah kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN.
Regulasi tersebut mendorong pemenuhan kebutuhan energi melalui transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan rendah karbon.
Menurutnya, penguatan ekosistem energi hijau di Kalimantan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Selain mendukung kebutuhan energi kawasan ibu kota baru, langkah tersebut juga dinilai selaras dengan target nasional menuju emisi nol bersih atau net zero emission.
“Penguatan ekosistem energi hijau di Kalimantan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan IKN sebagai living laboratory transformasi hijau Indonesia sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission,” pungkasnya.
Diketahui, Pembangunan PLTA Batoq Kelo resmi ditandai dengan groundbreaking pada 25 Mei 2026. Pembangkit berkapasitas 300 MW itu diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi terbarukan terbesar di Kaltim dan akan terhubung ke Sistem Interkoneksi Kalimantan untuk memperkuat pasokan listrik regional. (rdh/rd)
Editor : Romdani.