KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6). Aktivitas penggeledahan berlangsung di tengah penjagaan ketat aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 09.40 WIB menunjukkan suasana kantor relatif sepi. Sejumlah personel TNI bersama petugas keamanan gedung tampak bersiaga di area luar kantor. Pintu gerbang utama juga terlihat tertutup selama proses berlangsung.
Baca Juga: Segini Kekayaan Dadan Hindayana, Eks Kepala BGN yang Dicopot Prabowo, Tembus Rp 9 Miliar!
Beberapa kendaraan masih terparkir di dalam kompleks gedung. Sementara itu, sejumlah pegawai dilaporkan tidak diperkenankan mengakses lantai atas kantor selama kegiatan penggeledahan dilakukan.
Penggeledahan tersebut terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan BGN. Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi diberhentikan dari jabatan mereka.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pergantian tersebut merupakan keputusan Presiden yang diumumkan pada Selasa (2/6).
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pejabat lama dalam membangun fondasi lembaga yang bertugas menjalankan program strategis bidang gizi nasional.
Dadan Hindayana sendiri dilantik pada Agustus 2024 saat pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo memasuki masa akhir jabatannya. Saat itu, ia dipercaya memimpin BGN yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Kantor Badan Gizi Nasional Dijaga Ketat TNI, Pegawai Tertahan di Luar Gedung, Ada Apa?
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Naniek S. Deyang sebagai Kepala BGN. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang menjabat sebagai wakil kepala.
Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan rinci terkait hasil maupun tujuan penggeledahan di kantor lembaga tersebut.
Editor : Uways Alqadrie