KALTIMPOST.ID, Eskalasi serangan militer Israel terhadap Beirut, Lebanon, membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah.
Hal itu terjadi dalam percakapan telepon yang dilakukan keduanya pada Senin (1/6) waktu setempat setelah Iran menghentikan pembicaraan damai, dan menyatakan hanya akan kembali berunding jika Israel menghentikan serangan ke Lebanon dan Gaza.
Sebagaimana dilansir media Axios, dua pejabat AS dan sumber ketiga menyebut Trump marah ke Netanyahu karena militer Israel meningkatkan serangan ke Lebanon.
Trump disebut marah karena operasi Israel terhadap kelompok milisi Hizbullah di Lebanon berisiko menggagalkan diplomasi AS dengan Iran.
Serangan Israel juga dianggap merusak upaya untuk mempertahankan gencatan senjata regional yang rapuh.
“Anda benar-benar gila (You are fucking crazy). Apa yang Anda lakukan?” kata Trump.
Axios turut melaporkan bahwa Trump juga menyinggung masalah hukum yang sedang dihadapi Netanyahu selama percakapan telepon tersebut.
Trump disebut telah membantu Netanyahu tetap terhindar dari penjara, merujuk pada persidangan kasus korupsi yang masih dihadapi pemimpin Israel tersebut.
“Kamu benar-benar gila. Kamu akan berada di penjara jika bukan karena saya. Saya menyelamatkanmu. Sekarang semua orang membencimu. Semua orang membenci Israel karena ini.”
Israel Batalkan Pengerahan Pasukan ke Beirut
Usai percakapan tersebut, Trump mengumumkan bahwa Israel tidak akan mengirim pasukan ke Beirut.
“Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan yang sedang dalam perjalanan sudah diperintahkan untuk berbalik arah,” ucap Trump.
Trump mengatakan bahwa ia yakin kesepakatan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dapat tercapai pekan depan.
Editor : Hernawati