KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi terus berkembang. Selain mengamankan sejumlah pejabat dan pihak swasta, penyidik juga menyita berbagai aset bernilai tinggi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan tim penyidik menemukan logam mulia berupa emas dengan berat mencapai ratusan gram. Selain itu, turut diamankan sejumlah dana dalam bentuk mata uang asing maupun yang tersimpan di rekening.
Baca Juga: Rumah Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah KPK, Tiga Mobil Penyidik Keluar Tengah Malam
Tak hanya aset keuangan, penyidik juga menyita 33 kendaraan yang terdiri dari tujuh mobil, 15 sepeda motor, dan 11 unit sepeda. Seluruh barang tersebut kini tengah didalami keterkaitannya dengan perkara yang sedang diusut.
Kasus ini bermula dari dugaan praktik suap dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing, terutama penerbitan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat.
Dalam operasi yang digelar sejak Selasa (2/6) malam, KPK mengamankan 17 orang. Mereka terdiri dari delapan aparatur negara dan sembilan pihak swasta yang diduga berperan sebagai perantara pengurusan dokumen keimigrasian.
Sejumlah nama yang ikut diamankan di antaranya Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, hingga Saffar Muhammad Godam yang pernah menjabat Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi.
Perkembangan kasus semakin menjadi sorotan setelah KPK menyatakan tengah mencari Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim untuk dimintai keterangan terkait rangkaian penyelidikan tersebut.
Namun beberapa jam setelah pengumuman itu, Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan pada Rabu (3/6) malam. Kehadirannya mengakhiri pencarian yang dilakukan penyidik sejak OTT berlangsung.
Baca Juga: Gaji ke-13 Pensiunan PNS Belum Masuk Rekening? Tenang, Taspen Ungkap Penyebab Masalahnya
Setibanya di lokasi, Silmy langsung menuju area pemeriksaan dan hanya memberikan pernyataan singkat kepada awak media. Sebelumnya, KPK telah meminta dirinya bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik guna memperlancar proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Editor : Uways Alqadrie