KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram tetap dipertahankan hingga penghujung tahun 2026. Kepastian tersebut kembali disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam pidatonya pada pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di Jakarta, Bahlil menegaskan pemerintah belum memiliki rencana menaikkan tarif energi yang mendapatkan subsidi negara tersebut.
Menurut dia, keputusan mempertahankan harga BBM dan LPG subsidi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Baca Juga: Terungkap! Menteri PU Dody Akui Pernah Ditawari Suap Puluhan Ribu Dolar untuk Pertahankan Jabatan
Bahlil mengakui ada sejumlah usulan agar pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Namun hingga saat ini pemerintah memilih menjaga harga tetap stabil agar tidak menambah beban masyarakat.
Ketua Umum Partai Golkar itu menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengutamakan perlindungan daya beli rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia.
Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan kebijakan subsidi energi hingga akhir tahun. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mengendalikan tekanan terhadap kebutuhan pokok masyarakat.
Pernyataan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan Bahlil pada pertengahan Mei lalu. Saat itu ia memastikan pemerintah masih berupaya mempertahankan subsidi BBM agar tidak terjadi kenaikan harga sampai akhir 2026.
Baca Juga: Drama Visa Berakhir, Iran Resmi Berangkat ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026
Dengan komitmen tersebut, masyarakat untuk sementara dapat bernapas lega karena harga BBM dan LPG subsidi dipastikan tetap berada pada level yang berlaku saat ini.
Editor : Uways Alqadrie