Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tiga RS Swasta Samarinda Tutup, Begini Kondisi Terkini Kamar Rawat Inap Pasien

Eko Pralistio • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:33 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menjamin kapasitas ranjang rawat inap di Samarinda tetap surplus di angka 1,6 per 1.000 jiwa walau ada tiga RS swasta yang berhenti beroperasi. (Ilustrasi foto/BPJS Kesehatan RI)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menjamin kapasitas ranjang rawat inap di Samarinda tetap surplus di angka 1,6 per 1.000 jiwa walau ada tiga RS swasta yang berhenti beroperasi. (Ilustrasi foto/BPJS Kesehatan RI)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kalimantan Timur dihadapkan derasnya arus pendatang yang kini disebut menembus 4,3 juta jiwa. Angka itu juga dinilai memengaruhi ketersediaan kamar tidur di rumah sakit.  Terlebih di Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda, dilaporkan tiga rumah sakit swasta berhenti beroprasi. Lalu, apakah ketersediaan kamar tidur di Kaltim sudah memadai?

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin memastikan bahwa, tiga rumah sakit swasta yang tidak beroprasi tidak memengaruhi ketersediaan kamar tidur di Samarinda. Tiga rumah sakit yang dimaksud adalah Rumah Sakit Islam Samarinda, Rumah Sakit Haji Darjad, dan Rumah Sakit Bhakti Nugraha, yang baru saja tidak beroprasi per 1 Juni lalu.

Di saat bersamaan, sejumlah fasilitas kesehatan baru mulai hadir, termasuk Rumah Sakit Bhayangkara dan rumah sakit swasta baru di kawasan Jalan Muso Salim bernama Rumah Sakit Primecare. Selain itu, beberapa rumah sakit besar juga menambah kapasitas tempat tidurnya. Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) dan Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis, misalnya, disebut telah melakukan penambahan bed untuk mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Merespons Dorongan Pilkada Samarinda 2029, Helmi Abdullah: Kerja Dulu Baru Bicara Dukungan DPP!

"Kalau dilihat dari rasio tempat tidur terhadap jumlah penduduk, kita masih aman. Bahkan masih di atas standar minimal," kata Jaya, Minggu (7/6/2026). Ia menjelaskan, standar nasional idealnya adalah satu tempat tidur rumah sakit untuk setiap 1.000 penduduk.

Sementara di Samarinda, rasio tersebut sudah mencapai sekitar 1,6 tempat tidur per 1.000 penduduk. Artinya, kapasitas layanan rawat inap masih berada di atas ambang minimal yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sebagian besar rumah sakit juga belum terlalu tinggi. Secara rata-rata, BOR masih berada di bawah 60 persen.

Kendati demikian, Jaya mengakui kondisi berbeda terjadi pada ruang perawatan kelas III yang kerap penuh. Sementara ruang kelas I, kelas II hingga VIP justru masih banyak yang kosong. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan tempat tidur antar rumah sakit agar distribusi pasien lebih merata.

"Jangan sampai ada rumah sakit yang penuh sementara rumah sakit lain masih banyak tempat tidurnya yang kosong. Sebenarnya bisa diatur, kalau kelas III penuh bisa dialihkan ke kelas II, begitu juga seterusnya," ujarnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#dr Jaya Mualimin #Kapasitas Tempat Tidur RS Samarinda #Tiga RS Swasta Samarinda Tutup #Dinkes Kaltim #samarinda