Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Zionis Memang Kejam! Kronologi Bayi 7 Bulan Tewas Diterjang Peluru Tentara Israel di Hebron Palestina

Uways Alqadrie • Senin, 8 Juni 2026 | 05:42 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, HEBRON – Tragedi memilukan terjadi di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan meninggal dunia setelah terkena tembakan saat berada di dalam mobil bersama keluarganya.

Korban bernama Sam Fahd Abu Haikal mengalami luka tembak serius ketika kendaraan yang ditumpanginya dihujani peluru oleh tentara Israel di kawasan Tel Rumeida, Hebron, Jumat (5/6). Meski sempat mendapat perawatan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Ayah korban, Fahd Abu Haikal, mengaku keluarganya sedang melakukan perjalanan ketika sejumlah tentara memberi isyarat agar kendaraan berhenti. Ia mengklaim telah mematuhi perintah tersebut dan menghentikan mobil sepenuhnya.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Sudewo, KPK Limpahkan Dua Berkas Sekaligus ke Pengadilan

Namun, sesaat setelah kendaraan berhenti, tembakan dilepaskan ke arah mobil. Salah satu peluru disebut lebih dulu mengenai tangannya sebelum menembus tubuh sang bayi yang berada dalam gendongan ibunya di kursi belakang.

Dalam kendaraan itu terdapat enam anggota keluarga, termasuk seorang anak berusia 11 tahun dan nenek korban. Mereka disebut tidak membawa senjata maupun melakukan tindakan yang dianggap mengancam.

Militer Israel memberikan penjelasan berbeda. Dalam pernyataan resminya, pasukan di lapangan mengira kendaraan tersebut bergerak menuju posisi mereka sehingga seorang prajurit melepaskan tembakan. Hasil pemeriksaan awal kemudian menyimpulkan korban yang terkena tembakan merupakan warga sipil yang tidak terlibat aktivitas apa pun.

Pihak militer menyatakan insiden tersebut sedang diselidiki dan menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban sipil.

Sementara itu, keluarga korban membantah keras alasan tersebut. Menurut Fahd, kondisi saat kejadian masih terang dan tentara berada dalam jarak yang sangat dekat sehingga dapat melihat jelas bahwa kendaraan tersebut berisi keluarga, termasuk anak-anak.

Kematian Sam memicu reaksi dari berbagai pihak internasional. Konsulat Inggris di Yerusalem menyampaikan duka mendalam dan meminta penyelidikan yang cepat, transparan, serta akuntabel.

Baca Juga: Fakta Motif Pembunuhan Bidan Murtafiah di Situbondo: Suami Nekat karena Cemburu

Peristiwa itu kembali menyoroti meningkatnya korban sipil dalam konflik berkepanjangan di wilayah Palestina. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai mekanisme pertanggungjawaban terhadap pelanggaran yang melibatkan warga sipil masih menjadi persoalan serius.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan lebih dari seribu warga Palestina tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak konflik kembali memanas. Ratusan di antaranya merupakan anak-anak.

Editor : Uways Alqadrie
#Masjidil Aqsa #palestina #jalur gaza #Israel #perang Iran Amerika Serikat