KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Efisiensi dan kemudahan akses pembiayaan digital kini menjadi pilihan dalam bertransaksi. Fenomena belanja sekarang bayar nanti atau Buy Now Pay Later (BNPL) kian agresif memacu pertumbuhan portofolio pembiayaan di industri perbankan konvensional.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026, baki debet kredit BNPL yang dilaporkan dalam SLIK tumbuh 37,29 persen secara year-on-year (yoy). Lonjakan tersebut tercatat meningkat dibandingkan posisi Maret 2026 yang tumbuh 24,20 persen yoy.
Diterangkan Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu, pertumbuhan produk kredit BNPL perbankan tercatat 0,34 persen dari total portofolio kredit. "Per April 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 37,29 persen yoy menjadi Rp29,3 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta," terang Misran.
Pertumbuhan produk BNPL berjalan beriringan dengan penyaluran kredit konsumsi perbankan secara umum yang mencatatkan pertumbuhan 6,13 persen. Di sisi lain, minat masyarakat untuk menyimpan dana di bank juga terus bergerak positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 11,39 persen yoy menjadi Rp10.077 triliun. "Dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh 16,99 persen yoy, 8,65 persen yoy, dan 9,00 persen yoy," pungkas Misran. (riz)
Editor : Muhammad Rizki