Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Isi Pertemuan Luhut, Chatib Basri dan Prabowo Terungkap, Bahas MBG hingga GovTech Berbasis AI

Uways Alqadrie • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:46 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama sejumlah anggota DEN menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6). 

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga percepatan digitalisasi layanan pemerintah.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Luhut menjelaskan bahwa DEN menyampaikan hasil survei independen terkait implementasi MBG yang telah dilakukan di ratusan titik pelaksanaan.

Survei tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan sekaligus menjaga kredibilitas lembaga.

Baca Juga: Dua Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Malam 1 Suro Bersamaan, GKR Timoer Minta Tak Ada Gesekan

Selain membahas MBG, DEN juga melaporkan perkembangan integrasi sistem government technology (govtech). Menurut Luhut, sekitar 80 persen sistem telah terkoneksi dan delapan kementerian serta lembaga kini mulai menggunakan basis data yang terintegrasi melalui teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ia menilai penyatuan data pemerintah menjadi langkah penting dalam mendukung efektivitas pemerintahan Presiden Prabowo. Dengan sistem yang saling terhubung, pengelolaan data dinilai akan lebih akurat, transparan, dan mudah diawasi.

Sementara itu, anggota DEN Septian Hario Seto mengungkapkan survei MBG juga menyoroti dampak ekonomi yang muncul dari program tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok kebutuhan program.

Baca Juga: Pesawat Haji Kloter 30 Jatim Mendarat Darurat di Oman, 380 Jemaah Sempat Tertahan

Rata-rata setiap SPPG menggandeng sekitar tiga UMKM lokal. Kondisi tersebut dinilai menciptakan rantai pasok baru yang tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.

Menurut Seto, mayoritas UMKM yang terlibat berasal dari wilayah yang sama dengan lokasi SPPG, sehingga manfaat ekonomi program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Editor : Uways Alqadrie
#Presiden Prabowo #chatib basri #dewan ekonomi nasional #Mbg #luhut binsar panjaitan